Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky membuat permohonan yang berapi-api kepada sekutu Barat untuk mempercepat pengiriman senjata.
Apalagi, wilayah Severodonetsk dan Lysychansk telah menjadi sasaran selama berminggu-minggu. Itu merupakan daerah terakhir di wilayah Donbas timur Lugansk, yang masih di bawah kendali Ukraina.
Zelensky mengungkapkan korban jiwa dari pertempuran di kawasan itu benar-benar menakutkan. Pihaknya optimistis dapat merebut kembali wilayah, dengan menyerukan sekutu negara untuk mengirim pasokan senjata lebih banyak.
Baca juga: Zelensky Klaim Ukraina Kehilangan Hingga 100 Tentara Per Hari
"Kami hanya membutuhkan senjata yang cukup untuk memastikan semua ini. Mitra kami memilikinya," pungkasnya.
Penasihat Presiden Ukraina, Mikhaylo Podolyak, mendaftarkan barang-barang yang dibutuhkan tentara Ukraina. Termasuk, ratusan howitzer, tank dan kendaraan lapis baja.
"Untuk mengakhiri perang kita membutuhkan senjata berat," bunyi cuitannya di akun Twitter.
Gubernur regional Sergiy Gaiday menyebut pasukan Ukraina telah didorong mundur dari pusat Severodonetsk, setelah serangan Rusia selama berminggu-minggu.
"Mereka menghancurkan semua jembatan. Masuk ke kota sudah tidak mungkin lagi. Evakuasi juga tidak mungkin," jelas Gaiday.
Baca juga: Harga Minyak Menguat akibat Sanksi terhadap Rusia
Pasukan Rusia dikatakannya menguasai 70-80% wilayah kota, namun belum merebut atau mengepungnya. Menteri Pertahanan Ukraina mengungkapkan bahwa 100 tentara tewas setiap hari dan 500 lainnya luka-luka.
Dengan pengetatan di wilayah Lugansk, pasukan Ukraina memiliki dua pilihan: "menyerah atau mati," cetus Eduard Basurin, seorang perwakilan separatis pro-Rusia.
Penaklukan Severodonetsk akan membuka jalan ke Sloviansk dan kota besar lainnya, seperti Kramatorsk. Itu dalam upaya Moskow untuk menaklukkan Donbas, wilayah yang sebagian besar dikuasai separatis pro-Rusia sejak 2014.(AFP/OL-11)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved