Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa mereka bertanggung jawab atas pembunuhan seorang kolonel Garda Revolusi Iran (IRGC) pekan lalu. The New York Times melaporkan itu pada Rabu (25/5).
Kolonel Sayyad Khodai ditembak mati pada Minggu (22/5) oleh seorang pria bersenjata di bagian belakang sepeda motor ketika dia duduk di dalam mobil di luar rumahnya di Teheran. Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah untuk membalas pembunuhan itu. IRGC menyalahkan pembunuhan itu kepada elemen arogansi global yang biasanya merujuk kepada Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel.
Pada Rabu, Times melaporkan, "Menurut seorang pejabat intelijen yang diberi pengarahan tentang komunikasi tersebut, Israel memberi tahu para pejabat Amerika bahwa mereka berada di balik pembunuhan itu." Sumber itu, yang berbicara kepada Times dengan syarat anonim, mengatakan Israel mengungkapkan kepada para pejabat AS bahwa pembunuhan itu dimaksudkan sebagai peringatan kepada Iran untuk menghentikan kelompok rahasia dalam Pasukan Quds, yakni IRGC yang beroperasi di luar negeri sebagai militer ideologis Iran.
Penyiar negara Iran menggambarkan Khodai sebagai anggota Pasukan Quds. Sebelumnya dilaporkan bahwa kolonel itu dikenal di Suriah karena Iran mendukung pemerintah Bashar Assad selama 11 tahun perang saudara dan mengakui mengirimkan sejumlah penasihat militer.
Baca juga: Pembunuhan Kolonel IRGC, Pesan Israel terkait Suriah dan Perjanjian Nuklir?
Ribuan orang menghadiri pemakaman Khodai pada Selasa di Teheran tengah. Doa pemakaman dipimpin oleh imam utama ibu kota dan peti mati Khodai diselimuti bendera Iran. Poster memuji dia sebagai martir.
Pembunuhan Khodai terjadi dengan negosiasi antara Iran dan kekuatan dunia untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 yang macet sejak Maret. Salah satu poin utama yang mencuat yaitu permintaan Teheran untuk menghapus IRGC dari daftar terorisme AS. Permintaan ini ditolak oleh Washington. (AFP/OL-14)
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Presiden Masoud Pezeshkian tegaskan bangsa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi musuh. Ia menyerukan persatuan nasional untuk atasi tekanan politik dan ekonomi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Donald Trump siapkan pangkalan militer di Timur Tengah dan pertimbangkan serangan terbatas demi kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 15 hari bagi Iran untuk kesepakatan nuklir. Ancaman langkah militer membayangi jika diplomasi di Jenewa gagal.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Dino Patti Djalal soroti absennya poin Solusi Dua Negara dalam pidato Presiden Prabowo di Board of Peace Washington. Simak pesan penting pendiri FPCI ini.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Pengadilan Cili menelaah pengaduan kejahatan perang terhadap mantan penembak jitu Israel, Rom Kovtun, atas dugaan pelanggaran HAM saat bertugas di Gaza.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved