Kamis 19 Mei 2022, 21:17 WIB

Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

Mediaindonesia.com | Internasional
Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

AFP/Ahmad Gharabli.
Anggota Knesset Israel dari Partai Meretz Mossi Raz ikut berdemonstrasi bersama aktivis Palestina, Israel, dan asing untuk Sheikh Jarrah.

 

SEORANG anggota parlemen Arab Israel sayap kiri mundur dari koalisi pemerintahan pada Kamis (19/5). Alasannya antara lain agresi polisi pada pemakaman seorang reporter Al Jazeera. Langkahnya itu menjadikan pemerintah menjadi minoritas di parlemen.

Keputusan Ghaida Rinawie Zoabi dari partai Meretz yang moderat membuat koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri sayap kanan Naftali Bennett hanya memiliki 59 dari 120 kursi di parlemen Israel, Knesset. Namun, perkembangan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa koalisi--aliansi partai-partai mulai dari sayap kanan Yahudi dan moderat, hingga partai Muslim Arab--akan runtuh.

Menyetujui mosi untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru membutuhkan 61 suara. Beberapa anggota parlemen oposisi, termasuk Zoabi dan anggota Daftar Gabungan Arab (Arab Joint List), sangat menentang pemimpin oposisi saat ini, mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu.

Netanyahu--yang menjabat dari 1996 hingga 1999 dan sekali lagi dari 2009 hingga Juni 2021--blak-blakan tentang keinginannya untuk menggulingkan pemerintah Bennett, memaksakan pemilihan baru, dan kembali berkuasa. Namun prospek 61 anggota parlemen oposisi yang mendukung pemilihan baru yang dapat mengembalikan Netanyahu ke tampuk kekuasaan masih jauh dari pasti.

Baca juga: Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat

Dalam surat yang mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan koalisi, Zoabi mengatakan, "Berkali-kali para kepala koalisi telah mengambil sikap agresif, kaku, dan sayap kanan mengenai isu-isu dasar paling penting bagi masyarakat Arab." Dia merujuk pada kerusuhan di kompleks masjid Al-Aqsa di Jerusalem, ketegangan di tetangga Sheikh Jarrah di Jerusalem timur yang dicaplok Israel, dan pemakaman jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh.

"Saya tidak bisa terus mendukung keberadaan koalisi yang melecehkan komunitas saya dengan cara yang memalukan ini," tulis Zoabi. Seorang anggota dari 20% minoritas Arab Israel, Zoabi dinominasikan untuk menjabat sebagai konsul jenderal Israel di Shanghai. 

Tidak segera jelas dampak kepergiannya dari koalisi terhadap pencalonan itu. Jika dia mengambil peran diplomatik itu, dia akan dipaksa untuk meninggalkan Knesset dan Meretz menunjuk penggantinya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok Zayed Award

Pendaftaran Nominator Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2023 Dibuka

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 12:48 WIB
Panitia Penyelenggara Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2023 mulai membuka pendaftaram nominator. Pendaftaran event kali keempat ini...
AFP/SHURAN HUANG

Retno Sebut Semua Menlu G20 Cari Solusi bagi Dunia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 08:58 WIB
"Alhamdulillah per hari ini kita telah mendapatkan konfirmasi melalui saluran diplomatik bahwa semua menteri luar negeri anggota G20...
ANTARA/Muchlis Jr

Presiden Kembali ke Tanah Air dari Abu Dhabi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:35 WIB
Sebelum mengunjungi PEA, Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Elmau,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya