Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Selasa, mengatakan bahwa strategi nol-covid andalan Tiongkok untuk mengalahkan pandemi itu tidak berkelanjutan.
Untuk diketahui, Tiongkok telah memberlakukan tindakan keras, dengan membuat sebagian besar warga Shanghai berada di rumah selama berminggu-minggu ketika negara itu memerangi wabah terburuknya sejak pandemi dimulai.
Baca juga: Polisi Sri Lanka Tembakkan Peluru Tajam untuk Redam Kerusuhan
"Ketika kami berbicara tentang strategi nol-covid, kami tidak berpikir itu bisa berkelanjutan, mengingat perilaku virus sekarang dan apa yang kami antisipasi di masa depan," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers.
"Kami telah membahas masalah ini dengan para ahli Tiongkok dan kami mengindikasikan bahwa pendekatan tersebut tidak akan berkelanjutan. Transisi ke strategi lain akan sangat penting," tambahnya.
Shanghai adalah dinamo ekonomi Tiongkok dan kota terbesarnya. Kebijakan nol-covid telah menggulung ekonomi yang beberapa bulan lalu telah bangkit kembali dari pandemi.
"Kita perlu menyeimbangkan tindakan pengendalian terhadap dampaknya terhadap masyarakat, dampaknya terhadap ekonomi, dan itu tidak selalu merupakan kalibrasi yang mudah," kata Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan.
Dia mengatakan setiap tindakan untuk memerangi pandemi covid-19 harus menunjukkan penghormatan terhadap individu dan hak asasi manusia.
Pemimpin Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa dunia tidak mungkin untuk menghentikan semua penularan virus.
"Tujuan kami, di tingkat global, bukan untuk menemukan semua kasus dan menghentikan semua penularan. Itu benar-benar tidak mungkin saat ini," katanya.
"Tetapi yang perlu kita lakukan adalah menurunkan transmisi karena virus beredar pada tingkat yang begitu intens," ucapnya. (AFP/Nur/OL-6)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved