Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BENTROKAN antar-dua geng yang bersaing di pinggiran ibu kota Haiti Port-au-Prince telah merenggut nyawa sedikitnya 75 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam waktu kurang dari dua pekan.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (6/5), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sangat prihatin dengan memburuknya situasi keamanan di kota itu dengan cepat.
"Menurut berbagai sumber, setidaknya 75 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, telah tewas dan 68 orang lainnya terluka," kata pernyataan PBB tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa setidaknya 9.000 penduduk di pinggiran utara yang dilanda konflik telah terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung dengan kerabat atau di tempat penampungan sementara seperti gereja dan sekolah.
Selama beberapa dekade, geng-geng bersenjata mengamuk di lingkungan termiskin di Port-au-Prince, tetapi mereka secara drastis meningkatkan cengkeraman mereka di seluruh ibu kota dan negara Haiti secara luas dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Capai Konsensus untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
UNICEF pun telah memperingatkan dampak kontrol geng-geng tersebut atas wilayah terhadap pendidikan anak-anak.
"Di Haiti, 500.000 anak kehilangan akses ke pendidikan karena kekerasan terkait geng," kata badan tersebut pada Jumat (6/5). "Hampir 1.700 sekolah saat ini ditutup di wilayah metropolitan Port-au-Prince," tambahnya.
"Tidak ada anak yang bisa pergi ke sekolah saat peluru beterbangan di udara, ini berbahaya dan seharusnya tidak seperti ini," kata Perwakilan UNICEF untuk Haiti Bruno Maes.
Kantor PBB di Haiti juga telah menyatakan keprihatinan atas anak-anak yang terdaftar dalam geng bersenjata tersebut.
Pemerintah Haiti belum mengomentari terkait pecahnya kekerasan terbaru yang telah menempatkan ibu kota dalam keadaan terkepung, yang mencegah jalan keluar yang aman melalui jalan darat ke seluruh negara itu. (AFP/Nur/OL-09)
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat telah menelusuri asal-usul surat dan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan substansi serta kemungkinan tindak lanjutnya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait surat dari Pemerintah Aceh yang ditujukan kepada UNDP dan UNICEF menyusul bencana di wilayah tersebut
Hujan deras dan angin kencang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza. Puluhan ribu tenda rusak, bangunan runtuh, dan suhu dingin mulai memakan korban jiwa.
Langkah Pemerintah Provinsi Aceh yang meminta bantuan penanganan bencana banjir bandang dan longsor tidak disikapi secara berlebihan oleh pemerintah pusat.
Sekarang ada 77 lembaga dan miliki 1.960 relawannya dalam rangka pemulihan Aceh. Semuanya tercatat pada desk BNPB di posko bencana Aceh.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved