Sabtu 07 Mei 2022, 10:22 WIB

PBB: Setidaknya 75 Orang Tewas dalam Pertikaian Antar-Geng di Haiti

 Nur Aivanni | Internasional
PBB: Setidaknya 75 Orang Tewas dalam Pertikaian Antar-Geng di Haiti

Valerie Baeriswyl / AFP
Suasana Kota Port-au-Prince menjadi lengang setelah terjadi bentrok antar-geng dan ribuan warga mengungsi.

 

BENTROKAN antar-dua geng yang bersaing di pinggiran ibu kota Haiti Port-au-Prince telah merenggut nyawa sedikitnya 75 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam waktu kurang dari dua pekan.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (6/5), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sangat prihatin dengan memburuknya situasi keamanan di kota itu dengan cepat.

"Menurut berbagai sumber, setidaknya 75 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, telah tewas dan 68 orang lainnya terluka," kata pernyataan PBB tersebut.

Pernyataan itu menambahkan bahwa setidaknya 9.000 penduduk di pinggiran utara yang dilanda konflik telah terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung dengan kerabat atau di tempat penampungan sementara seperti gereja dan sekolah.

Selama beberapa dekade, geng-geng bersenjata mengamuk di lingkungan termiskin di Port-au-Prince, tetapi mereka secara drastis meningkatkan cengkeraman mereka di seluruh ibu kota dan negara Haiti secara luas dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Capai Konsensus untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina 

UNICEF pun telah memperingatkan dampak kontrol geng-geng tersebut atas wilayah terhadap pendidikan anak-anak.

"Di Haiti, 500.000 anak kehilangan akses ke pendidikan karena kekerasan terkait geng," kata badan tersebut pada Jumat (6/5). "Hampir 1.700 sekolah saat ini ditutup di wilayah metropolitan Port-au-Prince," tambahnya.

"Tidak ada anak yang bisa pergi ke sekolah saat peluru beterbangan di udara, ini berbahaya dan seharusnya tidak seperti ini," kata Perwakilan UNICEF untuk Haiti Bruno Maes.

Kantor PBB di Haiti juga telah menyatakan keprihatinan atas anak-anak yang terdaftar dalam geng bersenjata tersebut.

Pemerintah Haiti belum mengomentari terkait pecahnya kekerasan terbaru yang telah menempatkan ibu kota dalam keadaan terkepung, yang mencegah jalan keluar yang aman melalui jalan darat ke seluruh negara itu. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Kekalahan Scott Morrison Kabar Baik Buat Indonesia

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 22 Mei 2022, 23:46 WIB
Menurut dia Albanese dapat diajak untuk melanjutkan kesepakatan dengan Indonesia yang tertuang dalam Lombok...
AFP/Anwar Amro.

Orang Kaya Libanon Beli Paspor Karibia untuk Lolos dari Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:47 WIB
Itu merupakan peningkatan besar dari paspor Libanon yang termasuk terburuk di dunia dan hampir tidak mungkin diperbarui karena negara yang...
AFP

PBB Tinjau Kuburan Massal Muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 22 Mei 2022, 14:32 WIB
Michelle Bachelet akan melihat langsung tempat-tempat yang disinyalir menjadi daerah pembantaian dan kekerasan terhadap muslim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya