Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mendorong sikap tegas terhadap Iran terkait perjanjian nuklir. Blinken mengatakan kepada anggota parlemen bahwa program nuklir Iran harus dihentikan dengan poin-poin yang diajukan AS.
“Kami terus percaya bahwa kembali mematuhi perjanjian akan menjadi cara terbaik untuk mengatasi tantangan nuklir yang ditimbulkan oleh Iran, dan untuk memastikan Iran, yang sudah bertindak dengan agresi luar biasa, tidak memiliki senjata nuklir," ujarnya.
Blinken mengatakan strategi AS belum berhasil menghentikan program nuklir Iran. Sehingga AS perlu membuat Iran menyepakatinya perjanjian lama karena dengan rumusan yang baru tidak kunjung disepakati.
Baca juga : Blinken Tuduh Iran Bergerak Mundur dalam Pembicaraan Kesepakatan Nuklir
"Maka dampaknya menghasilkan program nuklir yang lebih berbahaya. Iran pun bertindak dengan efek yang lebih tidak stabil di seluruh kawasan, termasuk membahayakan dan menyerang pasukan kita sendiri dengan cara yang sebelumnya tidak,” katanya.
Meskipun demikian, Blinken mengakui poin-poin kesepakatan AS dengan Iran tidak meliputi program rudal balistik dan daftar hitam kelompok-kelompok bersenjata yang dianggap memusuhi AS dan sekutunya.
Senator sekaligus Ketua Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri Bob Menendez dan James Risch dari Partai Republik mempertanyakan Blinken karena tidak menekan program rudal balistik Iran.
Baca juga : Komitmen AS dan Israel Cegah Iran Peroleh Bom Nuklir
“Tidak ada kesepakatan yang lebih baik daripada kesepakatan yang buruk. Saya akan mendorong Anda menggeser isunya," kata Risch kepada Blinken.
Diplomat AS dan Iran telah bernegosiasi secara tidak langsung di Wina selama lebih dari setahun untuk menghidupkan kembali pakta multilateral 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Kesepakatan itu membuat Iran mengurangi program nuklir mereka dengan imbalan pencabutan sanksi internasional terhadap ekonominya.
Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 dan melancarkan kampanye sanksi tekanan maksimum terhadap Iran. Kemudian Iran melonggarkan komitmen mereka terhadap perjanjian dan memajukan program nuklir mereka.
Baca juga : Amerika Serikat Siapkan Alternatif jika Pembicaraan Nuklir Iran Gagal
Pejabat AS, Iran, dan Eropa sebelumnya telah menyatakan optimisme tentang JCPOA. Tetapi setelah putaran terakhir pembicaraan bulan lalu, dorongan untuk memulihkan kesepakatan tampaknya terhenti di tengah kebuntuan atas permintaan Iran untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dari daftar organisasi teroris asing AS.
“Saya hanya akan mengatakan bahwa saya tidak terlalu optimistis pada prospek untuk benar-benar mendapatkan kesepakatan hingga kesimpulan,” kata Blinken.
“Saya terus percaya itu akan menjadi kepentingan terbaik negara kita jika kita dapat kembali mematuhi kesepakatan, jika Iran akan melakukan hal yang sama. Kami tidak ada di sana," pungkasnya. (Aljazeera/OL-1)
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Presiden Masoud Pezeshkian tegaskan bangsa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi musuh. Ia menyerukan persatuan nasional untuk atasi tekanan politik dan ekonomi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Donald Trump siapkan pangkalan militer di Timur Tengah dan pertimbangkan serangan terbatas demi kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 15 hari bagi Iran untuk kesepakatan nuklir. Ancaman langkah militer membayangi jika diplomasi di Jenewa gagal.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un memamerkan puluhan peluncur roket berkemampuan nuklir menjelang kongres penting Partai Buruh, menurut media negara.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Jenewa untuk mengikuti putaran kedua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved