Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mendorong sikap tegas terhadap Iran terkait perjanjian nuklir. Blinken mengatakan kepada anggota parlemen bahwa program nuklir Iran harus dihentikan dengan poin-poin yang diajukan AS.
“Kami terus percaya bahwa kembali mematuhi perjanjian akan menjadi cara terbaik untuk mengatasi tantangan nuklir yang ditimbulkan oleh Iran, dan untuk memastikan Iran, yang sudah bertindak dengan agresi luar biasa, tidak memiliki senjata nuklir," ujarnya.
Blinken mengatakan strategi AS belum berhasil menghentikan program nuklir Iran. Sehingga AS perlu membuat Iran menyepakatinya perjanjian lama karena dengan rumusan yang baru tidak kunjung disepakati.
Baca juga : Blinken Tuduh Iran Bergerak Mundur dalam Pembicaraan Kesepakatan Nuklir
"Maka dampaknya menghasilkan program nuklir yang lebih berbahaya. Iran pun bertindak dengan efek yang lebih tidak stabil di seluruh kawasan, termasuk membahayakan dan menyerang pasukan kita sendiri dengan cara yang sebelumnya tidak,” katanya.
Meskipun demikian, Blinken mengakui poin-poin kesepakatan AS dengan Iran tidak meliputi program rudal balistik dan daftar hitam kelompok-kelompok bersenjata yang dianggap memusuhi AS dan sekutunya.
Senator sekaligus Ketua Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri Bob Menendez dan James Risch dari Partai Republik mempertanyakan Blinken karena tidak menekan program rudal balistik Iran.
Baca juga : Komitmen AS dan Israel Cegah Iran Peroleh Bom Nuklir
“Tidak ada kesepakatan yang lebih baik daripada kesepakatan yang buruk. Saya akan mendorong Anda menggeser isunya," kata Risch kepada Blinken.
Diplomat AS dan Iran telah bernegosiasi secara tidak langsung di Wina selama lebih dari setahun untuk menghidupkan kembali pakta multilateral 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Kesepakatan itu membuat Iran mengurangi program nuklir mereka dengan imbalan pencabutan sanksi internasional terhadap ekonominya.
Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 dan melancarkan kampanye sanksi tekanan maksimum terhadap Iran. Kemudian Iran melonggarkan komitmen mereka terhadap perjanjian dan memajukan program nuklir mereka.
Baca juga : Amerika Serikat Siapkan Alternatif jika Pembicaraan Nuklir Iran Gagal
Pejabat AS, Iran, dan Eropa sebelumnya telah menyatakan optimisme tentang JCPOA. Tetapi setelah putaran terakhir pembicaraan bulan lalu, dorongan untuk memulihkan kesepakatan tampaknya terhenti di tengah kebuntuan atas permintaan Iran untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dari daftar organisasi teroris asing AS.
“Saya hanya akan mengatakan bahwa saya tidak terlalu optimistis pada prospek untuk benar-benar mendapatkan kesepakatan hingga kesimpulan,” kata Blinken.
“Saya terus percaya itu akan menjadi kepentingan terbaik negara kita jika kita dapat kembali mematuhi kesepakatan, jika Iran akan melakukan hal yang sama. Kami tidak ada di sana," pungkasnya. (Aljazeera/OL-1)
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved