Jumat 09 September 2022, 21:00 WIB

Blinken Tuduh Iran Bergerak Mundur dalam Pembicaraan Kesepakatan Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Blinken Tuduh Iran Bergerak Mundur dalam Pembicaraan Kesepakatan Nuklir

AFP/Jonathan Ernst.
Anthony Blinken.

 

JAWABAN terbaru Iran tentang kesepakatan nuklir merupakan langkah mundur. Ini dikatakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, Jumat (9/9). 

Ia berkeras Washington tidak akan terburu-buru untuk bergabung kembali dengan harga berapa pun. Mediator Eropa bulan lalu tampaknya membuat kemajuan dalam memulihkan kesepakatan 2015 karena Iran sebagian besar menyetujui teks akhir yang diusulkan.

Namun optimisme meredup ketika Amerika Serikat mengirim respons yang ditanggapi oleh Iran. "Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah menutup beberapa celah. Iran telah menjauh dari beberapa tuntutan asing--tuntutan yang tidak terkait dengan JCPOA itu sendiri," kata Blinken kepada wartawan menggunakan akronim untuk Rencana Aksi Komprehensif Gabungan 2015.

"Namun, tanggapan terbaru membawa kami mundur. Kami tidak akan menyetujui kesepakatan yang tidak memenuhi persyaratan dasar kami," katanya. "Jika kita membuat kesepakatan, itu hanya karena itu akan memajukan keamanan nasional kita."

Baca juga: Iran Kecam Laporan IAEA Pengembangan Nuklirnya bukan untuk Perdamaian

Presiden Joe Biden mendukung pemulihan perjanjian dengan Iran akan menikmati keringanan sanksi dan sekali lagi dapat menjual minyaknya ke seluruh dunia dengan imbalan pembatasan ketat pada program nuklirnya. Pendahulu Biden, Donald Trump, merusak perjanjian itu dan malah menjatuhkan sanksi baru.

Para diplomat mengatakan Iran telah membatalkan tuntutan agar Biden mencabut penunjukan Trump atas Pengawal Revolusi elite sebagai kelompok teroris sebagai poin penting yang mencuat. Namun perselisihan termasuk desakan Iran bahwa pengawas nuklir PBB menutup penyelidikan ke tiga situs yang tidak diumumkan yang dicurigai dalam pekerjaan nuklir sebelumnya.

Selama di Brussel, Blinken bertemu secara virtual dengan rekan-rekannya dari Inggris, Prancis, dan Jerman, yang tetap dalam kesepakatan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/YAMIL LAGE

Setelah Membuat Kuba Gelap Gulita, Badai Ian Menuju Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 19:44 WIB
Serikat pekerja akan bekerja sepanjang malam hingga Rabu (28/9) untuk memulihkan listrik sesegera...
Genya SAVILOV / AFP

PBB: Referendum Rusia untuk Caplok wilayah Ukraina Ilegal

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 28 September 2022, 19:41 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...
AFP/HO

Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Diduga Disengaja

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 17:53 WIB
Gas metana dari kebocoran tersebut menggelegak ke permukaan Laut Baltik dekat Denmark dan Swedia dalam pembuangan yang diperkirakan akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya