Selasa 19 April 2022, 16:38 WIB

AAYG Kecam Pengembangan Senjata Biologis AS di Ukraina

Muhamad Fauzi | Internasional
AAYG Kecam Pengembangan Senjata Biologis AS di Ukraina

dok.ist
Presiden Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad

 

PRESIDEN Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad mengecam indikasi pengembangan senjata biologis Amerika Serikat (AS) di berbagai kawasan. Satu di antaranya yang ada di Ukraina.

Saddam menjelaskan, aktivitas pengembangan senjata biologis dan beracun AS di Ukraina bertentangan dengan Biological Weapon Convention (BTWC). Jika dibiarkan, maka dunia berada di ambang kehancuran.

"Sebagai generasi muda, kita mencita-citakan kehidupan yang lebih damai, tentram, aman, dan maju. Namun, impian itu kapan saja direnggut oleh keegoisan sebuah negara yang tidak mematuhi aturan main dunia internasional seperti Amerika yang ditemukan telah mengembangkan senjata biologis dan beracun di Ukraina," ujar Saddam di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/4).

Menurut Saddam, Science and Technology Center in Ukraina (STCU) berada di bawah kepentingan Washington dengan menjadi pusat distribusi dana hibah penelitian, termasuk pengembangan senjata biologis. STCU tersebut berpusat di Kyiv dan memiliki cabang di Baku, Kishenev, Tbilisi, Kharkov dan Lviv. 

"Dalam beberapa tahun belakangan ini, Amerika telah menghabiskan 350 juta dolar AS atau setara dengan 5 triliun rupiah dalam merealisasikan proyek-proyek STCU. AS berlindung dibalik penelitian yang memiliki tujuan ganda," ucapnya.

"Hasil penelitian STCU berpotensi menciptakan kondisi biologis yang tidak diharapkan, tidak hanya di wilayah Federasi Rusia, tetapi juga di Laut Hitam, Laut Azov, di negara-negara Eropa Timur lainnya seperti Belarus, Moldova dan Polandia. Tentunya ini juga berpotensi menyebar ke wilayah lain, dan sangat mengerikan ketika itu benar-benar terjadi," sambung Saddam.

Lebih lanjut, Saddam juga mengutip beberapa sumber lain ihwal indikasi keterlibatan para ilmuwan AS dari Laboratorium di Merefa, Ukraina. Di sana, mereka menguji obat biologis yang mengancam keamanan pasien rumah sakit jiwa klinis antara 2019 dan 2021.

"Pasien rumah sakit jiwa tersebut dipilih untuk uji coba. Hasil dari uji coba tidak dimasukkan ke dalam sistem rumah sakit, sedangkan staf rumah sakit dilarang mengungkapkan informasi dari hasil test," kata Saddam.

Selanjutnya, Saddam berharap masyarakat internasional tidak menutup mata atas kegiatan-kegiatan AS soal pengembangan senjata biologis tersebut. Dia pun meminta negara-negara lain dan PBB menyoroti hal ini secara serius. (OL-13) 

Baca Juga

AFP/Said Khatib.

Gencatan Senjata Israel-Jihad Islam, Truk Bahan Bakar Masuk Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 16:57 WIB
Truk bahan bakar memasuki Jalur Gaza, Palestina, saat gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara Israel dan militan Jihad Islam diadakan...
AFP/Ed Jones

PBB Minta Ukraina dan Rusia tak Main Api di PLTN Zaporizhzhia

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 08 Agustus 2022, 16:32 WIB
"Setiap serangan ke pembangkit nuklir adalah bunuh diri. Saya berharap serangan itu akan berakhir, dan pada saat yang sama saya...
MOHAMMED ABED / AFP

Indonesia Kutuk Kekejaman Israel di Gaza

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:38 WIB
Indonesia mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina. Serangan ini telah menewaskan 42 warga Gaza dan 300 lainnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya