Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Rusia membantah tudingan Amerika Serikat (AS), Eropa dan, Ukraina bahwa negara tersebut melakukan pembunuhan masal di Bucha, dekat Kyiv. Moskow menilai skenario ini sengaja dibuat untuk memutarbalikkan fakta.
"Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja AS dan NATO," kata juru bicara kementerian Maria Zakharova dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah pada Minggu malam (3/4). Zakharova mengatakan bahwa kemarahan langsung usai melihat kuburan massal sudah direncanakan untuk menodai reputasi Rusia.
"Dalam kasus ini, menurut saya fakta bahwa pernyataan ini (tentang Rusia) dibuat pada menit-menit pertama setelah materi-materi ini muncul, tidak diragukan lagi siapa yang 'memerintahkan' cerita ini," katanya.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan pada Minggu bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia setelah menemukan ratusan mayat. Beberapa diikat dan ditembak dari jarak dekat. Mayat berserakan di sekitar kota-kota di luar Kyiv setelah pasukan Rusia menarik diri dari daerah itu.
Pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa foto-foto dan rekaman yang disiarkan dari Bucha merupakan provokasi yang dirancang untuk mengganggu pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa gambar-gambar itu merupakan pertunjukan lain yang dipentaskan oleh rezim Kyiv.
Rekaman dan foto-foto warga sipil yang tewas berserakan di seluruh kota telah mendorong negara-negara Barat untuk menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina dihukum. Rusia, sebaliknya, meminta agar Dewan Keamanan PBB bersidang pada Senin untuk membahas yang disebutnya provokasi oleh radikal Ukraina di Bucha.
Baca juga: Iran hanya akan ke Wina untuk Tuntaskan Kesepakatan Nuklir
Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya. Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras. Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksanya menarik pasukannya. (Channelnewsasia/OL-14)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved