Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN hanya akan kembali ke Wina untuk menuntaskan kesepakatan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir penting pada 2015 dengan kekuatan dunia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan itu Senin (4/4).
"Kami tidak akan pergi ke Wina untuk negosiasi baru tetapi untuk menyelesaikan perjanjian nuklir," kata Khatibzadeh kepada wartawan di Teheran. Namun, Iran mengatakan masih ada masalah luar biasa yang menunggu penyelesaian di Washington.
"Saat ini, kami belum memiliki jawaban pasti dari Washington," kata Khatibzadeh. "Jika Washington menjawab pertanyaan yang luar biasa, kami bisa pergi ke Wina sesegera mungkin."
Teheran telah terlibat dalam negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia secara langsung, serta Amerika Serikat secara tidak langsung.
Baca juga: Syiah Mulai Ramadan pada Minggu, Mayoritas Suni di Sabtu
Delegasi Iran dan AS di Wina tidak berkomunikasi secara langsung, tetapi pesan disampaikan melalui peserta lain dan Uni Eropa sebagai koordinator pembicaraan. Hampir satu tahun negosiasi telah membawa para pihak hampir memperbarui kesepakatan 2015.
Namun pembicaraan dihentikan bulan lalu, setelah Rusia menuntut jaminan bahwa sanksi Barat yang dijatuhkan setelah invasinya ke Ukraina tidak akan merusak perdagangannya dengan Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kemudian mengatakan Moskow telah menerima jaminan yang diperlukan dari Washington untuk perdagangan dengan Iran.
Di antara poin-poin penting yang mencuat yaitu permintaan Teheran untuk menghapus dari daftar teror AS Pengawal Revolusi, lengan ideologis militer Iran. Washington baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sanksi terhadap Pengawal akan tetap ada. "Hari ini, pada fase terakhir, Amerika Serikat berusaha menghilangkan manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut," kata Khatibzadeh.
Baca juga: Iran Kecam Sanksi Baru AS sebagai Tanda Niat Buruk
JCPOA memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa Teheran tidak dapat mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir. Ini sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan. (AFP/OL-14)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved