Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN hanya akan kembali ke Wina untuk menuntaskan kesepakatan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir penting pada 2015 dengan kekuatan dunia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan itu Senin (4/4).
"Kami tidak akan pergi ke Wina untuk negosiasi baru tetapi untuk menyelesaikan perjanjian nuklir," kata Khatibzadeh kepada wartawan di Teheran. Namun, Iran mengatakan masih ada masalah luar biasa yang menunggu penyelesaian di Washington.
"Saat ini, kami belum memiliki jawaban pasti dari Washington," kata Khatibzadeh. "Jika Washington menjawab pertanyaan yang luar biasa, kami bisa pergi ke Wina sesegera mungkin."
Teheran telah terlibat dalam negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia secara langsung, serta Amerika Serikat secara tidak langsung.
Baca juga: Syiah Mulai Ramadan pada Minggu, Mayoritas Suni di Sabtu
Delegasi Iran dan AS di Wina tidak berkomunikasi secara langsung, tetapi pesan disampaikan melalui peserta lain dan Uni Eropa sebagai koordinator pembicaraan. Hampir satu tahun negosiasi telah membawa para pihak hampir memperbarui kesepakatan 2015.
Namun pembicaraan dihentikan bulan lalu, setelah Rusia menuntut jaminan bahwa sanksi Barat yang dijatuhkan setelah invasinya ke Ukraina tidak akan merusak perdagangannya dengan Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kemudian mengatakan Moskow telah menerima jaminan yang diperlukan dari Washington untuk perdagangan dengan Iran.
Di antara poin-poin penting yang mencuat yaitu permintaan Teheran untuk menghapus dari daftar teror AS Pengawal Revolusi, lengan ideologis militer Iran. Washington baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sanksi terhadap Pengawal akan tetap ada. "Hari ini, pada fase terakhir, Amerika Serikat berusaha menghilangkan manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut," kata Khatibzadeh.
Baca juga: Iran Kecam Sanksi Baru AS sebagai Tanda Niat Buruk
JCPOA memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa Teheran tidak dapat mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir. Ini sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan. (AFP/OL-14)
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved