Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PASUKAN militer dikerahkan di Sri Lanka pada Sabtu (2/4), beberapa jam setelah presiden mengumumkan keadaan darurat ketika protes terhadapnya meningkat.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, menyerukan keadaan darurat pada Jumat (1/4) malam, sehari setelah ratusan orang mencoba menyerbu rumahnya dengan marah karena kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dikatakan Rajapaksa dalam sebuah pernyataan, keadaan darurat itu untuk melindungi ketertiban umum dan pemeliharaan pasokan serta layanan penting bagi kehidupan masyarakat.
Tentara yang dipersenjatai dengan senapan serbu otomatis sudah dikerahkan untuk mengendalikan massa di SPBU dan di tempat lain ketika keadaan darurat diserukan.
Baca juga: Bus Pengangkut Pengungsi Mariupol Tiba di Zaporizhzhia
"Sebelum keadaan darurat, militer tidak dapat bertindak sendiri dan harus memainkan peran yang mendukung polisi, tetapi sejak Jumat mereka berdiri sendiri," kata seorang pejabat polisi.
Undang-undang darurat itu muncul menjelang aksi protes anti-pemerintah yang direncanakan besok pada Minggu (3/4), ketika para aktivis di media sosial telah mendesak orang-orang untuk berdemonstrasi di luar rumah mereka.
Negara di Asia Selatan berpenduduk 22 juta itu menghadapi kekurangan bahan pokok yang parah, kenaikan harga yang tajam dan pemadaman listrik yang melumpuhkan dalam penurunan paling menyakitkan sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.
Pandemi virus korona melumpuhkan pariwisata dan pengiriman uang, keduanya penting bagi perekonomian, dan pihak berwenang memberlakukan larangan impor yang luas dalam upaya untuk menghemat mata uang asing.
Banyak ekonom juga mengatakan krisis itu telah diperburuk oleh salah kelola pemerintah, akumulasi pinjaman bertahun-tahun, dan potongan pajak yang keliru.
Kerusuhan pada Kamis malam di luar rumah pribadi presiden membuat ratusan orang menuntut dia mundur.
Orang-orang meneriakkan "gila, gila, pulang", sebelum polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air.
Kerumunan berubah menjadi kekerasan, membakar dua bus militer, sebuah jip polisi dan kendaraan lainnya, dan melemparkan batu bata ke arah petugas.
Polisi, kata pejabat pengadilan, menangkap 53 pengunjuk rasa dan 21 dari mereka dibebaskan dengan jaminan pada Jumat (1/4) malam. Lainnya masih ditahan tetapi belum didakwa. (AFP/Nur/OL-09)
Presiden AS Donald Trump mengerahkan 2.000 pasukan untuk menangani protes yang terus meningkat dampak penggerebekan imigrasi di Los Angeles.
Mahasiswa Harvard menggelar aksi protes menentang kebijakan Trump yang membatalkan kontrak keuangan dan mencabut akreditasi mahasiswa internasional.
PARA pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) mengancam akan menutup akses skybridge pasar Tanah Abang.
Menurut dia, para hakim bisa menempuh cara-cara lain untuk menyampaikan aspirasi, tanpa harus "mogok" kerja secara serentak.
Berbagai upaya resmi dan formal telah ditempuh, dengan harapan agar pemerintah memberikan perhatian yang serius dan langkah nyata terhadap tuntutan tersebut.
Puluhan pengunjuk rasa berbaris di seberang jalan raya, memblokirnya, sambil membentangkan spanduk besar dan foto-foto tawanan yang akan menuju Gaza.
Beberapa analis menilai perayaan besar pada 3 September mendatang tidak hanya bersifat simbolis.
Kepergian IGK Manila menjadi penanda berakhirnya perjalanan seorang tokoh karismatik, tegas, sekaligus pengayom.
I Gusti Kompyang Manila (IGK Manila) lahir di Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942, telah berpulang ke hadirat Tuhan pada 18 Agustus 2025 di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta.
Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Nemo menambah daftar budaya kekerasan dalam tubuh militer.
Jenderal Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Wakil Panglima TNI oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Batujajar, Bandung Barat, berikut profil dan tugas wakil panglima tni
Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) mengkritik adanya pengerahan kendaraan taktis (rantis) di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved