Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengatakan bahwa Ukraina siap untuk membahas mengadopsi status netral sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Rusia, tetapi langkah itu harus dijamin oleh pihak ketiga dan dimasukkan ke dalam referendum.
"Jaminan keamanan dan netralitas, status non-nuklir negara kita. Kami siap untuk melakukannya. Ini adalah poin yang paling penting," kata Zelenskyy saat berbicara kepada wartawan Rusia dalam panggilan video yang diterbitkan oleh media lokal pada Minggu, meskipun ada peringatan dari otoritas Moskow soal publikasi tersebut.
Presiden menyampaikan pesannya dalam bahasa Rusia secara keseluruhan, seperti yang telah dia lakukan dalam pidato-pidato sebelumnya ketika berbicara kepada audiens Rusia.
Dia mengatakan invasi Rusia telah menyebabkan kehancuran kota-kota berbahasa Rusia di Ukraina. Kerusakannya, katanya, lebih buruk daripada perang Rusia di Chechnya. Ukraina, tambahnya, sedang membahas penggunaan bahasa Rusia di Ukraina dalam pembicaraannya dengan Rusia, tetapi menolak untuk membahas tuntutan Rusia lainnya, seperti demiliterisasi Ukraina.
Zelenskyy mengatakan kesepakatan damai tidak akan mungkin terjadi tanpa gencatan senjata dan penarikan pasukan. Dia mengesampingkan upaya untuk merebut kembali semua wilayah yang dikuasai Rusia dengan paksa. Pasalnya, itu akan mengarah pada perang dunia ketiga.
Baca juga: Zelensky Klaim Pengusaha Rusia Tawarkan Dukungan ke Ukraina
Untuk diketahui, pengawas media Rusia Roskomnadzor telah memberi tahu media Rusia untuk tidak mempublikasikan wawancara yang dilakukan dengan Presiden Ukraina.
Seorang reporter dari harian Moskow Kommersant termasuk di antara jurnalis Rusia yang baru-baru ini berbicara dengan Zelenskyy melalui tautan video. Wartawan dari media Meduza dan Dozhd, yang situsnya diblokir di Rusia, juga hadir.
Meduza menerbitkan wawancara yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Situs tersebut masih bisa diakses melalui koneksi internet alternatif dan dari luar negeri.
Dialog pemimpin Ukraina dengan para wartawan itu terjadi ketika invasi pasukan Rusia ke Ukraina telah memasuki bulan kedua. (Al Jazeera/OL-4)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik.
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved