Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TALIBAN, Rabu (23/3), memerintahkan pelajar putri sekolah menengah di Afghanistan untuk pulang, beberapa jam setelah mereka diizinkan kembali ke sekolah. Hal itu memicu kebingungan dan kesedihan di antara para pelajar putri serta kecaman dari dunia internasional.
Perubahan sikap itu terjadi setelah ribuan pelajar putri kembali ke sekolah untuk pertama kalinya sejak Agustus, ketika Taliban merebut kendali Afghanistan dan memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan.
Kementerian pendidikan Afghanistan tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai perubahan kebijakan itu. Bahkan, pejabat yang hadir dalam upcara pebukaan kembali sekolah bagi pelajar putri di Kabul menyerahkan pertanyaan mengenai perubahan kebijakan itu kepada pemerintahan Taliban.
Baca juga: Taliban Tutup Kembali Sekolah Khusus Perempuan
Seorang sumber Taliban mengatakan keputusan itu diambil setelah pertemuan antara pejabat senior Taliban di Kandahar pada Selasa (22/3).
Tanggal kembalinya para pelajar putri ke sekolah di Afghanistan telah diumumkan beberapa pekan sebelumnya dengan juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan Aziz Ahmad Rayan menegaskan Taliban memilki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan bagi semua pelajar Afghanistan.
"Saya melihat murid-murid saya menangis dan menolak meninggalkan kelas," ujar Palwasha, guru di sekolah putri Omara Khan di Kabul.
"Sangat sedih melihat mereka semua menangis," lanjunya.
Amerika Serikat (AS) dengan segera mengecam keputusan Taliban itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price menyebut sikap Talibat itu sebagai pengkhianatan atas komitmen mereka terhadap warga Afghanistan dan komunitas internasional.
"Keputusan hari ini akan mempengaruhi kemampuan Taliban mendapatkan legitimasi dan dukungn politik dari dunia internasional," tegas Price.
Ketua UNESCO Audrey Azoulay menyebut keputusan Taliban itu sebagai kemunduran besar.
periah Hadiah Nobel Perdamaian Malal Yousafzai, yang selamat dari upaya pembunuhan oleh Taliban, saat dirinya berusoia 15 tahun, juga menyerukan kemarahannya.
"Mereka akan terus berupaya mencegah perempuan untuk belajar karena mereka takut perempuan akan menjadi cerdas dan kuat," cicit Yousafzai.
Pakar Afghanistan dari US Institute of Peace Andrew Watkins menyebut perubahan kebijakan itu merefleksikan perpecahan di tubuh Taliban.
"Perubahan kebijakan di menit-menit akhir itu dilakukan karena adanya perbedaan ideologis di kelompok Taliban. Mereka memikirkan apa pandangan par apengikut merkea jika pelajar putri diizinkan kembali ke sekolah," ungkapnya. (AFP/OL-1)
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved