Rabu 23 Maret 2022, 19:58 WIB

PBB: Zakat dan Sedekah Selamatkan 4,3 juta Pengungsi Dunia

Fetry Wuryasti | Internasional
PBB: Zakat dan Sedekah Selamatkan 4,3 juta Pengungsi Dunia

AFP
Seorang perempuan di Nairobi membawa jeriken untuk mengambil air bersih.

 

ORGANISASI PBB perlindungan pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merilis peluncuran pertama Laporan Tahunan Filantropi Islam 2022.

UNHCR menekankan bahwa dana yang terkumpul pada rekening yang berasal dari umat berupa zakat dan sedekah, telah berdampak pada kehidupan lebih dari 4,3 juta orang terlantar di seluruh dunia, terutama di Asia dan Afrika. 

Berbagai kejadian hingga 2021, telah menjadi tahun yang menantang akibat pandemi covid-19 dan menginspirasi kemurahan hati. Serta, dukungan dari lebih dari 40 Mitra Filantropi Islam di seluruh dunia.

Baca juga: PBB Perkirakan 230 Ribu Orang Mengungsi akibat Krisis Myanmar

"Hal ini memungkinkan UNHCR untuk mendistribusikan dana sedekah kepada lebih dari 1,2 juta orang di 14 negara. Memberikan bantuan penyelamatan jiwa untuk memenuhi kebutuhan mendesak," ujar Senior Advisor UNHCR Khaled Kahlifa, Rabu (23/3).

Kolaborasi dari berbagai organisasi Islam dunia, filantropi dan UNHCR, berhasil mendukung kebutuhan kemanusiaan masyarakat pengungsi di seluruh dunia.

"Kami berkomitmen untuk memelihara kemitraan semacam itu. Untuk menumbuhkan bersama dampak filantropi Islam pada komunitas pengungsi dan secara global," imbuh Khaled.

Baca juga: Hampir 100 Ribu Orang Terjebak di Kota Mariupol Ukraina

The Deputy Director UNHCR Bernard Doyle mengatakan pentingnya untuk melanjutkan perlindungan dan bantuan penyelamatan hidup kepada warga yang terpaksa mengungsi.

"Jumlah orang yang terpaksa melarikan diri akibat perang, kekerasan dan pelanggaran HAM terus bertambah. Pada pertengahan tahun lalu menyentuh rekor tertinggi. Saat ini, ada 86 juta orang terlantar di seluruh dunia," pungkas Bernard.

Krisis belum lama ini muncul di Ukraina, dengan daftar panjang situasi yang mengerikan. Dalam hal ini, dibandingkan krisis yang terjadi di negara lain, seperi Suriah dan Yaman.(OL-11)

Baca Juga

AFP/PRESIDENTIAL PALACE

Kehadiran Iriana di Ukraina Pertegas Ketulusan Misi Perdamaian Jokowi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 10:50 WIB
“Kehadiran Ibu Iriana, yang memberi bantuan obat-obatan ke rumah sakit di Kiev menjadi simbol fokus upaya...
AFP/Andrew KUTAN

Menteri Luar Negeri Tiongkok Dijadwalkan Hadir pada G20 di Bali

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 03 Juli 2022, 10:45 WIB
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Dino R Kusnadi dijadwalkan mendampingi lawatan Wang Yi ke Forum G20 di...
AFP/Louai Beshara.

Iran Nilai Serangan Baru Turki di Suriah Kacaukan Kawasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 10:30 WIB
Pada Senin, Amir-Abdollahian mengatakan dia memahami perlunya operasi militer baru Turki melawan pemberontak Kurdi yang telah mereka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya