Rabu 23 Maret 2022, 11:43 WIB

Ini Alasan Rusia Mati-matian Kepung Mariupol

 Cahya Mulyana | Internasional
Ini Alasan Rusia Mati-matian Kepung Mariupol

AFP/Aris Messinis
Seorang tentara Ukraina berusaha mempertahankan Kota Mariupol, Ukraina, dari gempuran militer Rusia.

 

SUDAH lebih tiga pekan Rusia menghabiskan amunisi dan serdadu untuk menguasai Mariupol di Ukraina. Kota yang penuh pusat industri dan pelabuhan aktivitas itu dikepung oleh 200 ribu pasukan Rusia.

Otoritas setempat mengatakan 80% infrastruktur kota telah hancur, beberapa di antaranya tidak dapat diperbaiki. Kota ini pun gelap gulita karena terputus dari jaringan listrik, tanpa air, dan pemanas serta dengan jumlah korban jiwa belum dapat dihitung.

Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk menyerahkan Mariupol. Jika Mariupol diserahkan Ukraina menjadi pukulan ekonomi dan kemenangan bagi Rusia.

“Mariupol memiliki makna praktis dan simbolis bagi Rusia,” Andrii Ianitskyi, Kepala Pusat Keunggulan School of Economics Ukraina.

“Ini adalah kota pelabuhan besar dan pangkalan angkatan bersenjata Ukraina. Jadi, jika Rusia ingin memiliki koridor darat [dari Donbas] ke Krimea, mereka perlu mengontrol kota."

Baca juga: Rusia akan Gunakan Senjata Nuklir jika Ada Ancaman Eksistensial

Sejak 2014, kurang dari 30 km wilayah ini telah memisahkan diri Mariupol akibat aktivitas separatis yang pro-Rusia di Donbas. Mariupol menjadi pusat metalurgi untuk besi dan baja, manufaktur mesin berat, dan perbaikan kapal.

Pabrik baja terbesar Ukraina bernama Metinvest, berlokasi di Mariupol. Kota ini memiliki pelabuhan terbesar yang berada di bibir Laut Azov. Pada tahun 2021, tujuan utama ekspor Ukraina dari pelabuhan Mariupol adalah negara-negara Eropa dan Timur Tengah seperti Italia, Lebanon, dan Turki.

Ianitskyi mengatakan Mariupol diklaim oleh masuk dalam Republik Rakyat Donetsk. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan wilayah itu masuk dalam Novorossiya sebuah wilayah yang membentang di Ukraina timur dan selatan di sepanjang garis pantai Laut Hitam yang dipandang sebagai tanah Rusia secara historis.

Menguasai Mariupol juga akan menjadi kemenangan besar bagi propaganda Kremlin, yang menggambarkan Ukraina diperintah oleh Nazi. Kemudian invasinya akan menjadi pembenaran sebagai perang untuk denazifikasi.

Kota ini telah menjadi basis batalion Azov, bekas unit paramiliter yang berakar pada kelompok sayap kanan dan neo-Nazi.

Meskipun mereka membentuk fraksi terkecil dari penjaga nasional Ukraina, propaganda Rusia mengklaim pejuang Azov bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil dan perusakan di Mariupol.

Invasi Rusia ke Ukraina tiba-tiba mengubah dunia. Jutaan orang telah melarikan diri. Tirai Besi baru sedang digiling ke tempatnya. Perang ekonomi semakin dalam, karena konflik militer meningkat dan korban sipil meningkat. (The Guardian/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP.

Dubes Ukraina Mohon Jakarta Bela Muslim Tatar

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:45 WIB
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasil Hamianin berharap pascakunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dapat dilanjutkan dengan bantuan...
Ist/Tass

Tiongkok Bocorkan Tujuan AS Dukung Ukraina

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 09:58 WIB
Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui, juga menuduh Washington berusaha menghancurkan Moskow lewat konflik...
AFP KCNA VIA KNS

Korut Tuduh Korsel Sebarkan Covid-19 di Negaranya

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 09:50 WIB
Saudari Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Yo Jong menuduh Korea Selatan (Korsel) menyebarkan Covid-19 di negaranya melalui balon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya