Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Optimisme AS bahwa kesepakatan untuk memulihkan perjanjian 2015 untuk membatasi pengembangan nuklir Iran telah memburuk. Pada Selasa, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa pihaknya menuju ke "Rencana B" jika Teheran tidak mengalah.
Hanya seminggu yang lalu, para pejabat Washington berharap bahwa kesepakatan yang bertujuan untuk menghentikan langkah Iran menuju kemampuan senjata nuklir, setelah hampir satu tahun negosiasi, dapat dicapai.
"Kami hampir mencapai kesepakatan yang mungkin, tetapi kami belum sampai di sana," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price pada 16 Maret. "Kami pikir masalah yang tersisa dapat dijembatani," ucapnya.
Para pejabat AS mengatakan mereka pikir Teheran akan mencapai kesepakatan setelah perayaan Nowruz, Tahun Baru Persia, pada hari Minggu.
Tapi nada itu tiba-tiba berubah keesokan harinya. "Saya ingin memperjelas bahwa kesepakatan tidak akan segera terjadi dan juga tidak pasti," kata Price pada Senin.
Dan pada Selasa, sementara menolak untuk mengatakan pembicaraan telah mencapai jalan buntu, Price mengatakan Amerika Serikat memiliki rencana darurat jika kesepakatan tidak bisa dicapai dan dugaan rencana Iran untuk mengembangkan senjata nuklir tidak dihentikan.
"Tanggung jawab ada di Teheran untuk membuat keputusan yang mungkin dianggap sulit," kata Price kepada wartawan.
"Faktanya, kami sedang mempersiapkan skenario yang sama dengan dan tanpa pengembalian bersama ke implementasi penuh JCPOA," katanya, yang merujuk pada nama resmi kesepakatan 2015, Rencana Aksi Komprehensif Bersama. (AFP/OL-12)
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved