Sabtu 19 Maret 2022, 10:19 WIB

WHO Minta Dunia Tarik Rem Darurat

Cahya Mulyana | Internasional
WHO Minta Dunia Tarik Rem Darurat

AFP/JOHANNA GERON
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan menyusul kenaikan angka infeksi covid-19 dunia yang naik dalam beberapa pekan ini. Seluruh negara diminta meningkatkan tes covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan.

Laporan kasus covid-19 secara global meningkat 8 persen pekan lalu. Lebih dari 11 juta kasus dan lebih dari 43.000 kematian tercatat dalam kurun waktu tersebut.

“Kita tahu ketika jumlah kasus meningkat, begitu juga dengan kematian,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros memperingatkan kasus covid-19 yang terungkap saat ini hanya puncak gunung es. Ancaman pandemi virus ini semakin nyata dengan gelombang kasus yang dilaporkan sejumlah negara.

Baca juga: Xi Bilang ke Biden Menentang Invasi Rusia

Baca juga: Kemenlu : Semua WNI di Ukraina Telah Dievakuasi

"Lihat data saat ini hanyalah puncak gunung es lantaran masyarakat semakin sedikit melakukan tes," paparnya.

Tedros menyoroti angka kematian yang sangat tinggi di beberapa negara, khususnya yang memiliki tingkat vaksinasi rendah. Rendahnya vaksinasi membuat masyarakat lebih rentan.

“Kami meminta semua negara tetap waspada karena pandemi belum berakhir," katanya.

Direktur Teknis Covid-19 WHO, Maria van Kerkhove peningkatan jumlah kasus virus ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Penyebaran varian omikronn masih sangat tinggi di seluruh dunia".

Salah satu subvarian omikron, BA.2, diketahui sangat mudah menular. Subvarian ini paling sering ditemukan dalam sampel-sampel yang dikumpulkan dan ditelusuri.

"Ini adalah varian paling menular yang pernah kami lihat dari virus Sars-CoV-2 sampai saat ini," ucap Kerkhove.

Di saat yang sama, banyak negara mulai mencabut sebagian besar atau semua pembatasan covid-19, sementara akses serta perolehan vaksin tidak merata. Dengan begini, virus lebih mudah menyebar.

Kerkhove juga menyinggung beredar luasnya misinformasi.

"Misinformasi bahwa omikron ringan, misinformasi bahwa pandemi telah berakhir, misinformasi bahwa ini adalah varian terakhir yang harus kita tangani,” ucap Kerkhove.

Meski begitu, Kerkhove mengatakan bahwa dunia tahu cara mengendalikan covid-19. "Berita baiknya adalah kita memiliki alat yang dapat mengurangi penyebaran (covid-19)," katanya.

Pemakaian masker, menjaga jarak, dan vaksinasi disebutnya sebagai beberapa cara menekan penyebaran virus korona yang telah terbukti efektivitasnya. “Kita harus meneruskannya,” pungkas Kerkhove. (Straits Times/H-3)

Baca Juga

AFP

Sydney Dikepung Banjir, Ribuan Warga Dievakuasi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:55 WIB
Sejumlah pusat evakuasi telah dibuka di beberapa titik di wilayah Sydney. Warga pun diminta lebih waspada dan membatalkan rencana...
AFP

Warga Ohio Turun ke Jalan Protes Penembakan Lelaki Kulit Hitam oleh Polisi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:50 WIB
Jayland ditemukan tewas di area parkir mobil. Berdasarkan investigasinya tidak ada bukti Walker sempat melepaskan tembakan ke arah...
Bagus SARAGIH / AFP

Rusia Kuasai Lysychansk

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:38 WIB
Pengambilalihan Lysychansk oleh Rusia berarti Moskow telah memenangkan kendali atas seluruh wilayah Luhansk serta lebih dari setengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya