Senin 07 Maret 2022, 14:41 WIB

Australia Desak Tiongkok Ikut Menentang Invasi Rusia ke Ukraina

mediaindonesia.com | Internasional
Australia Desak Tiongkok Ikut Menentang Invasi Rusia ke Ukraina

Sergei SUPINSKY / AFP
Tentara Ukraina dengan dilengkapi senjata anti-tank bersiaga di Kota Kyiv, Ukraina, Minggu (6/3).

 

TIONGKOK harus bertindak sejalan dengan pernyataannya tentang perdamaian dunia dan bergabung dengan upaya global untuk menghentikan Rusia menghentikan Ukraina, kata Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Senin (7/3).

"Tiongkok sejak lama telah menyatakan (mereka) memiliki peran sebagai salah satu kekuatan besar dunia dan menjadi penyumbang perdamaian dan stabilitas global. Tak ada negara yang punya pengaruh lebih besar dalam mengakhiri perang mengerikan di Ukraina ini daripada Tiongkok," kata Morrison saat menanggapi pertanyaan setelah pidatonya di wadah pemikir Lowy Institute.

Morrison mengatakan dia kecewa dengan sikap diam Tiongkok

"Saya (berusaha) mendengarkan suara pemerintah Tiongkok yang mengutuk aksi Rusia dan hanya ada keheningan yang mengerikan," kata dia.

Baca juga: Rusia Buka Koridor Kemanusiaan untuk Evakuasi Warga Sipil dari Ukraina

Tiongkok sebelumnya menolak untuk menyebut serangan Rusia ke Ukraina sebagai "invasi" seraya meminta negara-negara Barat untuk menghormati Rusia yang mengkhawatirkan keamanannya.

Rusia melabeli tindakannya di Ukraina sejak 24 Februari itu dengan istilah "operasi militer khusus" dan mengatakan tidak bermaksud untuk menduduki Ukraina.

Morrison menyebut serangan itu "pelanggaran berat terhadap hukum internasional" dan "contoh terkini rezim otoriter yang berusaha menentang status quo lewat ancaman dan kekerasan".

Dia ditanya apakah invasi Rusia berjalan sesuai rencana seperti yang dikatakan Putin.

"Tak ada keraguan Tuan Putin tidak mendapatkan apa yang dia inginkan," kata Morrison.

Dia mengatakan Putin melebih-lebihkan kemampuannya dalam "perang ilegal" itu.

"Dari cara dia mengirim anak muda wajib militer ke medan tempur, saya tidak melihat hal itu beresonansi dengan baik di Rusia," kata Morrison.

Dia memperkirakan adanya "resistensi di Ukraina yang terus tumbuh seiring waktu". "Saya pikir setiap raihan yang bisa direbut (Rusia) akan menjadi sangat sulit untuk dipertahankan," katanya.

Ketika banyak negara menjatuhkan sanksi, Tiongkok telah melonggarkan tarif gandum dan akan memasok sistem pembayaran UnionPay ke Rusia, kata Morrison.

"Selama mereka bertaruh dengan cara seperti ini, maka saya takut pertumpahan darah akan terus berlanjut," kata dia.

Morrison juga mengatakan bahwa tatanan dunia terancam oleh "busur otokrasi".

"Busur otokrasi yang baru sedang diarahkan untuk menantang dan mengubah tatanan dunia dengan citranya sendiri," kata Morrison. (Ant/Rtr/OL-09)

Baca Juga

AFP

Rusia Klaim Sudah Kuasai Wilayah Timur Ukraina 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:45 WIB
Namun, Ukraina belum mengeluarkan pernyataan usai pertempuran hebat berlangsung di wilayah Luhansk. Di lain sisi, Presiden Rusia Vladimir...
AFP/Alexander Zemlianichenko.

Putin Abaikan Misi Perdamaian Jokowi, ini Usulan Tindak Lanjut

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:07 WIB
Perlu ditunjuk suatu special envoy yang bisa fokus melakukan follow up terhadap hal-hal yang digarap Presiden dalam kunjungan ke Rusia dan...
AFP/PRESIDENTIAL PALACE

Kehadiran Iriana di Ukraina Pertegas Ketulusan Misi Perdamaian Jokowi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 10:50 WIB
“Kehadiran Ibu Iriana, yang memberi bantuan obat-obatan ke rumah sakit di Kiev menjadi simbol fokus upaya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya