Rabu 02 Maret 2022, 17:39 WIB

Presiden Ukraina Tuding Rusia Ingin Hapus Ukraina

Nur Aivanni | Internasional
Presiden Ukraina Tuding Rusia Ingin Hapus Ukraina

AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

 

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (2/3), menuduh Rusia, yang telah melancarkan invasi ke negaranya, berusaha untuk menghapus Ukraina baik negara maupun sejarahnya.

Dalam sebuah pidato video, pemimpin Ukraina mengatakan serangan rudal pada sasaran di lokasi pembantaian Holocaust menunjukkan bahwa bagi banyak orang di Rusia, Kyiv benar-benar asing. Serangan pada Selasa (1/3) malam merusak menara televisi utama Kyiv, yang dibangun di Babi Yar, tempat pembantaian terbesar Yahudi Kyiv dalam Perang Dunia II.

Lima orang tewas dalam serangan itu sendiri, menurut pihak berwenang Ukraina. Bagi Zelensky, simbolisme lokasi itu menggarisbawahi ancaman Rusia terhadap identitas Ukraina.

"Mereka tidak tahu apa-apa tentang ibu kota kita. Tentang sejarah kita. Tapi mereka memiliki perintah untuk menghapus sejarah kita. Menghapus negara kita. Menghapus kita semua," katanya tentang pasukan invasi Presiden Vladimir Putin.

Presiden Ukraina mengeluh bahwa di bawah pemerintahan Soviet, pihak berwenang telah membangun menara TV dan kompleks olahraga di bagian khusus Eropa. "Mereka membangun taman di sana. Untuk menghapus sejarah Babi Yar yang sebenarnya. Ini di luar kemanusiaan," katanya.

"Serangan rudal semacam itu menunjukkan bahwa bagi banyak orang di Rusia, Kyiv kami benar-benar asing. Mereka tidak tahu apa-apa tentang ibu kota kami. Tentang sejarah kami," katanya.

Zelensky mendesak orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk angkat bicara. "Saya sekarang berbicara kepada semua orang Yahudi di dunia. Tidakkah Anda melihat apa yang terjadi? Itulah mengapa sangat penting bahwa jutaan orang Yahudi di seluruh dunia tidak tinggal diam saat ini," katanya. (AFP/OL-15)

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya