Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN pengungsi PBB melaporkan lebih dari 368.000 orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi pada Kamis waktu setempat.
"Total saat ini 368.000 (orang) dan terus meningkat," bunyi pernyataan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) lewat akun Twitter.
Lembaga itu mengungkapkan angka yang dirilis mengacu data yang disediakan otoritas Ukraina. Sebagian besar warga yang melarikan diri ke sejumlah negara tetangga, telah menyeberang ke Polandia. Otoritas menyebut ada sekitar 156.000 orang yang melintasi perbatasan sejak invasi.
Baca juga: Aksi Solidaritas Dukung Ukraina Terjadi di Sejumlah Negara
Adapun penjaga perbatasan mendata sekitar 77.300 orang datang dari Ukraina pada Sabtu waktu setempat. Sebagian pengungsi tiba dengan mobil, lalu sebagian dengan kereta api yang penuh sesak. Namun, tidak sedikit yang berjalan kaki.
Mereka yang datang tanpa tujuan dapat mengandalkan bantuan sukarelawan, baik anggota LSM maupun warga negara. Pengungsi lainnya terpantau menuju ke Moldavia, Hongaria, Slovakia dan Rumania.(AFP/OL-11)
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Konflik antara Danielle NewJeans dengan agensinya, ADOR, merupakan puncak dari pertikaian panjang yang berakar pada krisis internal manajemen sejak 2024.
Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Departemen Luar Negeri memindahkan ribuan orang dari berbagai negara di Timur Tengah.
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved