Selasa 08 Februari 2022, 12:11 WIB

Kandidat Presiden di Filipina Mulai Lakukan Kampanye Pemilu

 Nur Aivanni | Internasional
Kandidat Presiden di Filipina Mulai Lakukan Kampanye Pemilu

Jam STA ROSA / AFP
Mantan Senator, Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, anak dari mantan Presiden Ferdinand Marcos, merupakan salah satu calon kuat calon preisden.

 

PESTA demokrasi untuk memimpin Filipina dimulai pada Selasa (8/2), dengan putra mantan diktator Ferdinand Marcos difavoritkan untuk menggantikan pemimpin Rodrigo Duterte.

Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr memiliki peluang untuk mengembalikan klannya ke istana kepresidenan yang pernah mereka tinggalkan.

Kandidat berlomba-lomba untuk musim kampanye selama tiga bulan yang ditujukan untuk merayu jutaan pemilih yang biasanya lebih tertarik pada kepribadian daripada kebijakan.

Lebih dari 35 tahun setelah negara itu keluar dari kediktatoran ayahnya, jajak pendapat menunjukkan Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr menuju kemenangan telak dalam pemilihan pada 9 Mei 2022 mendatang.

Didorong oleh kampanye media sosial besar-besaran dan aliansi yang tangguh dengan putri pertama dan calon wakil presiden Sara Duterte, Marcos Jr telah bersumpah untuk menyatukan negara.

"Ini bukan waktu dan tempat untuk berdebat tentang sejarah Filipina," kata Marcos Jr kepada penyiar GMA, pada Sabtu (5/2).

"Kita perlu membicarakan dan mendiskusikan apa yang perlu kita lakukan dalam beberapa tahun ke depan untuk mengembalikan pekerjaan kepada orang-orang sehingga mereka akan memiliki uang di kantong mereka," terangnya.

Baca juga: Tim Sepak Bola Putri Filipina Raih Tiket ke Piala Dunia 2023

Wakil Presiden petahana Leni Robredo berada di urutan kedua dalam survei pemilih.

Memulai kampanyenya di Kota Lupi di Provinsi Camarines Sur, Robredo mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia dipenuhi dengan keberanian karena mereka bersamanya.

Robredo mengungguli walikota Francisco Domagoso, petinju Manny Pacquiao dan mantan kepala polisi Panfilo Lacson.

"Kandidat presiden yang favorit tetap Marcos," kata analis Eurasia Group Peter Mumford, yang memberi mantan senator itu peluang menang 70%.

"Banyak pendukung Duterte yang pro-otoriter melihat Marcos sebagai kandidat kuat yang berkelanjutan," kata Mumford.

Kemenangan untuk Marcos Jr akan menjadi kemunculan kembali yang terakhir bagi keluarga kontroversial itu.

Lawan politiknya yang berusaha untuk memblokade pencalonanan Marcos dengan mengajukan petisi kepada Komisi Pemilihan agar dia dikeluarkan dari pemilihan calon presiden  karena hukuman sebelumnya karena gagal mengajukan pengembalian pajak penghasilan.

Jika Marcos Jr dikeluarkan dari perlombaan tersebut, aturan pemilihan akan mengizinkan anggota lain dari keluarga Marcos untuk menggantikannya.

Dia telah mencoba untuk mempertahankan kekuasaan ayahnya dengan mengutip pertumbuhan ekonomi, dan meminimalkan pelanggaran hak asasi manusia selama rezim itu. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya