Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
INGGRIS akan memperketat undang-undangnya untuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Rusia di tengah penumpukan pasukan besar-besaran Moskow di dekat Ukraina.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Liz Truss kepada parlemen pada Senin (31/1).
"Ini akan menjadi rezim sanksi terberat terhadap Rusia yang pernah kita miliki," kata Truss kepada anggota parlemen, dengan mengatakan mereka yang berada di dalam dan sekitar Kremlin tidak akan punya tempat untuk bersembunyi.
Hubungan antara Rusia dan Barat berada pada titik terendah sejak Perang Dingin setelah Moskow mengerahkan puluhan ribu pasukan tempur di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Bakal Bahas Krisis Ukraina
"Niat jahat Moskow jelas, mereka telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan Ukraina," kata Truss tentang meningkatnya ketegangan antara Rusia dan tetangganya.
"Kami tahu bahayanya nyata," tambahnya, yang mendesak Rusia untuk mengurangi ketegangan, menarik kembali pasukannya dan terlibat dalam pembicaraan yang berarti.
Menlu Inggris tersebut mengatakan bahwa undang-undang yang memungkinkan pemerintah untuk menargetkan individu dan bisnis yang lebih luas akan diberlakukan pada 10 Februari.
Langkah itu, kata Truss, akan memperluas undang-undang saat ini, yang hanya memungkinkan Inggris untuk menargetkan Rusia secara khusus terkait dengan destabilisasi Ukraina.
Undang-undang tersebut, lanjutnya, akan memungkinkan Inggris untuk mengambil bagian dalam paket sanksi terkoordinasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mitra Inggris termasuk Amerika Serikat.
"Saya tidak akan mengatakan sekarang siapa yang akan kami targetkan atau dengan tindakan apa," tegasnya.
Inggris, tambah Truss, juga meninjau visa investor yang sudah dikeluarkan untuk Rusia. (AFP/Nur/OL-09)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.
Militer Ukraina sebut kerugian personel Rusia capai 1,29 juta jiwa per Maret 2026. Analis independen CSIS perkirakan rasio korban Rusia banding Ukraina capai 2,5 banding 1.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved