Rabu 26 Januari 2022, 14:17 WIB

Meksiko Didesak untuk Tingkatkan Perlindungan terhadap Jurnalis

Nur Aivanni | Internasional
Meksiko Didesak untuk Tingkatkan Perlindungan terhadap Jurnalis

Guillermo Arias / AFP
Demonstran membawa lilin dan foto jurnalis Lourdes Maldonado yang tewas dibunuh saat unjuk rasa di Tijuana, Baja California, Meksiko.

 

PEMBUNUHAN dua jurnalis di kota perbatasan Meksiko Tijuana dalam waktu kurang dari seminggu telah memicu seruan kepada pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja media.

Pembunuhan fotografer Margarito Martinez dan reporter Lourdes Maldonado telah memicu kecaman di antara rekan-rekan di salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi jurnalis.

Wartawan mengorganisir aksi protes pada Selasa di kota-kota di seluruh negeri, sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Meksiko untuk mengambil tindakan lebih keras.

"Kami meminta pihak berwenang Meksiko untuk memperkuat perlindungan untuk jurnalis, khususnya, untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk mencegah serangan terhadap mereka, termasuk dengan mengatasi ancaman dan cercaan yang ditujukan kepada mereka," kata Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric.

Martinez, yang ditembak mati pada 17 Januari 2022, dan Maldonado, yang ditembak mati pada Minggu (23/1), keduanya meminta perlindungan dari mekanisme keamanan bagi wartawan di negara bagian Baja California.

"Mekanisme itu gagal lagi ketika jurnalis merasa paling rentan," kata Sonia de Anda, seorang reporter di Tijuana, kepada AFP.

Martinez, kata De Anda, telah diancam oleh seorang blogger yang diduga terkait dengan penjahat, tetapi masih menunggu perlindungan.

Maldonado telah diberi penjagaan polisi selama setahun saat berangkat dan tiba di rumahnya.

Tetapi jelas tidak ada polisi yang hadir pada Minggu ketika dia ditembak di luar rumahnya, kata De Anda, seorang anggota kelompok hak media Yo si soy periodista (saya seorang jurnalis).

Pada tahun 2012, Meksiko memperkenalkan Mekanisme Perlindungan bagi Pembela Hak Asasi Manusia dan Jurnalis. Itu sekarang melindungi 496 wartawan, menurut situs web pemerintah.

Selain pembunuhan di Tijuana, jurnalis dan aktivis media sosial Jose Luis Gamboa meninggal setelah dia ditikam dan dibiarkan tergeletak di jalan di Negara Bagian Veracruz awal bulan ini.

Setidaknya tujuh wartawan dibunuh di Meksiko pada tahun 2021, menurut hitungan AFP, meskipun belum ditentukan apakah semua pembunuhan itu terkait dengan liputan mereka.

Lebih dari 100 jurnalis telah dibunuh sejak tahun 2000 di Meksiko dan hanya sebagian kecil dari kejahatan yang berujung pada hukuman. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/David Dee Delgado.

Kunjungan Biden ke Tempat Pembantaian Rasis akan Soroti Ekstremisme AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 11:26 WIB
Tersangka tampaknya menulis manifesto yang mempromosikan ide-ide supremasi kulit putih yang semakin...
Genya SAVILOV / AFP

Ditinggalkan Pasukan Rusia, Irpin Kembali Bersolek

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 17 Mei 2022, 10:00 WIB
Irpin, daerah yang bertetangga dengan ibu kota Ukraina, Kyiv, sebagian besar dihancurkan oleh pertempuran antara tentara Ukraina dengan...
AFP/OUSMANE MAKAVELI

Junta Mali Klaim Gagalkan Upaya Kudeta

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 09:57 WIB
Junta militer Mali pada Senin (16/5) mengatakan pihaknya menggagalkan upaya kudeta pekan lalu yang dipimpin oleh perwira militer dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya