Selasa 11 Januari 2022, 08:42 WIB

Cetak Sejarah, Dokter Bedah AS Pasangkan Jantung Babi ke Manusia

Basuki Eka Purnama | Internasional
Cetak Sejarah, Dokter Bedah AS Pasangkan Jantung Babi ke Manusia

AFP/UNIVERSITY OF MARYLAND SCHOOL OF MEDICINE
Dokter melakukan transplantasi jantung babi ke pasien manusia.

 

TIM dokter bedah Amerika Serikat (AS) sukses mentransplantasikan jantung dari babi yang genetikanya dimodifikasi ke pasien manusia, prosedur pertama sepanjang sejarah. Hal itu diungkapkan Maryland Medical School, Senin (10/1).

Operasi transplantasi itu dilakukan pada Jumat ((7/1) dan menjadi bukti bahwa jantung binatang bisa bertahan di tubuh manusia tanpa penolakan.

Pasien penerima jantung babi itu adalah David Bennett, yang dinilai dokter tidak layak mendapatkan transplantasi jantung manusia.

Baca juga: Waspada, Perubahan Warna pada Bibir, Kulit, dan Kuku bisa jadi Gejala Covid

Saat ini, warga Maryland berusia 57 tahun itu tengah dimonitor secara ketat untuk melihat bagaimana organ tubuh barunya itu berfungsi.

"Pilihannya adalah mati atau menjalani transplantasi. Saya memilih hidup. Saya tahu ini adalah pertaruhan besar namun itu adalah pilihan terakhir saya," ungkap Bennett, sehari sebelum operasi.

Bennett, yang telah menghabiskan beberapa bulan terakhir di tempat tidur menggunakan alat pacu jantung, menambahkan, "Saya tidak sabar untuk turun dari tempat tidur setelah menjalani operasi ini."

Otoritas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan persetujuan darurat untuk operasi itu pada Malam Tahun Baru, sebagai upaya terakhir bagi pasien yang tidak bisa menjalani transplantasi konvensional.

"Ini adalah tonggak sejarah dalam kedokteran bedah dan membawa kita semakin dekat memecahkan krisis pasokan organ," ujar Bartley Griffith, dokter yang melakukan operasi transplantasi itu.

"Kami melangkah berhati-hati namun kami optimistis operasi pertama sepanjang sejarah ini akan memberi opsi baru penting bagi pasien di masa depan," lanjutnya.

Donor jantung untuk Bennett adalah bagi yang termasuk dalam kawanan yang telah menjalani prosedur genetika yang membuang gen yang menghasilkan gula tertentu, yang akan menyebabkan jantung bai ditolak jika ditransplantasikan ke manusia.

Prosedur itu dilakukan oleh perusahaan bioteknologi Revivicor, yang juga memasok babi yang digunakan untuk transplantasi ginjal pada pasien mati otak do New York, Oktober lalu.

Jantung babi itu disimpan di sebuah mesin sebelum transplantasi dan tim dokter juga menggunakan obat baru bersama obat konvensional antipenolakan tubuh sehingga pasien bisa menerima organ barunya.

Saat ini, sekitar 110 ribu warga AS menunggu transplantasi organ dengan lebih dari 6 ribu pasien meninggal setiap tahunnya sebelum mendapatkan organ yang mereka butuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan organ, dokter menggunakan metode yang disebut xenotransplantation atau transplantasi silang spesies.

Penelitian awal fokus mengambil organ dari primata. Namun, kini, babi menjadi pilihan dengan katup jantung babi digunakan di manusia dan kulit babi untuk membantu pasien luka bakar.

Babi menjadi donor yang ideal karena ukuran tubuh mereka, kecepatan berkembang biak serta jumlah anak, dan fakta bahwa binatang itu telah dikembangbiakan sebagai bahan makanan. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Antara

Menlu: Meski Sulit, RI Berkomitmen Dorong Perdamaian di Myanmar

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:02 WIB
Indonesia siap mengedepankan strategi dialog dengan pihak yang terlibat konflik di Myanmar. Kekuatan ASEAN diharapkan menfasilitasi dialog...
AFP/Azwar Ipank.

Kasus Rasmus Paludan, Indonesia Panggil Dubes Swedia Kampanyekan Pluralisme

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:52 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan secara langsung sikap terkait aksi tidak terpuji yang dilakukan...
AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Kebijakan Indonesia Harus Konsisten Bela Palestina sebagai Negara Tertindas

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:36 WIB
Indonesia selalu berempati terhadap Palestina sebagai negara yang tertindas dan ikut membantu rakyatnya dengan terus mendorong penyelesaian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya