Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi khawatir dengan kurangnya kerja sama Iran dengan masyarakat internasional dalam program nuklir dan rudal balistiknya. Dalam pidatonya kepada penasihat kerajaan Dewan Syura, Raja Salman bin Abdulaziz berharap Iran akan mengubah perilaku negatifnya di kawasan itu dan memilih dialog serta kerja sama.
"Kami mengikuti dengan prihatin kebijakan pemerintah Iran yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas regional, termasuk membangun dan mendukung milisi bersenjata sektarian dan menyebarkan kekuatan militernya di negara lain," kata penguasa yang berusia 85 tahun itu dalam pidato yang diterbitkan oleh kantor berita negara SPA, Rabu (30/12).
"(Kami mengikuti dengan keprihatinan) kurangnya kerja sama dengan masyarakat internasional mengenai program nuklirnya dan pengembangan rudal balistiknya," tambahnya. Arab Saudi, sekutu utama Barat di negara-negara Teluk, telah terlibat dalam persaingan sengit dengan Iran di Timur Tengah. Kedua belah pihak mendukung faksi-faksi yang berlawanan dalam beberapa konflik termasuk di Yaman, Suriah, dan Libanon.
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain mengusir utusan Libanon pada Oktober dalam pertengkaran diplomatik yang telah menambah krisis ekonomi Libanon. Para pejabat Saudi mengatakan krisis dengan Beirut berasal dari pengaturan politik Libanon yang memperkuat dominasi kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.
Baca juga: Huthi Izinkan Penerbangan Bantuan Berlanjut setelah Serangan Koalisi Saudi
"Kerajaan juga mendukung persaudaraan rakyat Libanon dan mendesak semua pemimpin Libanon untuk memprioritaskan kepentingan rakyat mereka dan menghentikan hegemoni teroris Hizbullah atas struktur negara," kata Raja Salman.
Dalam langkah untuk meredakan ketegangan, para pejabat Saudi dan Iran bertemu dalam serangkaian pembicaraan langsung awal tahun ini. Akan tetapi mereka belum menghasilkan terobosan. (Malay Mail/OL-14)
Pemerintah Kerajaan Saudi dan negara-negara Teluk telah menegaskan kepada Iran bahwa negara-negara mereka tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan tempat untuk Iran melancarkan serangan.
Iran bersumpah akan membuat AS menyesal atas agresi militer yang menewaskan 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Simak selengkapnya.
Ribuan orang saat itu berkumpul membawa bendera serta spanduk bertuliskan 'mati untuk Amerika dan mati untuk Israel'.
PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei pertama kalinya menyampaikan pernyataan kepada publik sejak menjabat. Ia akan membalas serangan dan menutup Selat Hormuz
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali tampil sejak konflik AS-Israel melawan Iran pecah. Netanyahu mengungkap ambisi akan menggulingkan rezim Mojtaba Khamenei.
Jajak pendapat Morning Consult tunjukkan 48% warga AS salahkan Donald Trump atas lonjakan harga bensin akibat konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved