Kamis 18 November 2021, 11:02 WIB

AS dan Negara-negara Teluk Tuding Iran Timbulkan Krisis Nuklir

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS dan Negara-negara Teluk Tuding Iran Timbulkan Krisis Nuklir

AFP/ATTA KENARE
Presiden Iran Ebrahim Raisi berbicara di hadapan parlemen.

 

AMERIKA Serikat (AS) dan sekutu Arabnya di Teluk menuduh Iran menyebabkan krisis nuklir serta mengacaukan Timur Tengah dengan rudal balistik dan pesawat tidak berawak.

Hal itu muncul dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan kelompok kerja AS dengan Dewan Kerja Sama Teluk tentang Iran, yang diadakan di Arab Saudi.

"Semua anggota mendesak pemerintah baru Iran untuk mengambil kesempatan diplomatik saat ini yang berasal dari dimulainya kembali pembicaraan di Wina yang bertujuan menyelamatkan perjanjian nuklir Iran dan mencegah konflik dan krisis," kata pernyataan itu.

Baca juga: Dua Orang Tewas dalam Ledakan di Distrik Syiah di Kabul

Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran itu ditangguhkan setelah Iran memilih presiden baru, Juni lalu,dan dijadwalkan dilanjutkan akhir bulan ini.

Mereka bertujuan menghidupkan kembali perjanjian multinasional 2015 yang bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

AS, di bawah presiden saat itu, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian tersebut pada 2018, dan sebagai tanggapan, Iran mengabaikan banyak komitmen yang mereka buat berdasarkan perjanjian itu untuk mengekang program nuklirnya.

"Iran telah mengambil langkah-langkah yang tidak memerlukan sipil tetapi itu akan menjadi penting untuk program senjata nuklir," kata pernyataan dari perwakilan AS, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Oman, dan Kuwait.

Negara-negara itu juga mengutuk berbagai kebijakan Iran yang mereka nilai agresif dan berbahaya termasuk proliferasi dan penggunaan langsung rudal balistik canggih dan drone.

“Dukungan Iran kepada milisi bersenjata di seluruh kawasan dan program rudal balistiknya menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan dan stabilitas regional,” tutur pernyataan itu.

Beberapa negara Teluk seperti Qatar dan Oman sering dilihat sebagai saluran bagi AS untuk berkomunikasi dengan Iran.

Arab Saudi, sebuah monarki Sunni yang sangat menentang Iran Syiah, juga baru-baru ini melakukan dialog yang tenang namun nyata dengan tetangganya di bawah naungan Irak.

Negara-negara Teluk itu memberi pengarahan kepada Washington tentang upaya mereka untuk membangun saluran diplomatik yang efektif dengan Iran guna meredakan ketegangan, meskipun dengan dukungan penghentian militer Amerika.

"AS dan negara-negara anggota GCC menekankan bahwa upaya diplomatik ini tidak akan berhasil jika Iran terus memprovokasi krisis nuklir," pernyataan itu menyimpulkan. (France24/OL-1)

Baca Juga

Ant/Suwandy

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Bentrokan di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:55 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan Palestina mengatakan bahwa seorang remaja Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel pada Sabtu pagi dalam serangan...
MI/Palce Amalo

Rakyat Timor Leste Berharap Ramos Horta Penuhi Janji Kampanye

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:35 WIB
RAKYAT Timor Leste yakin Presiden Ramos Horta akan memenuhi janjinya menjadi presiden bagi seluruh warga, serta mampu membawa negara itu...
Johan ORDONEZ / AFP

Terlibat Korupsi, Dua Putra Mantan Presiden Panama Diadili di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:27 WIB
Luis Enrique dan Ricardo Martinelli divonis dituduh menerima suap sebesar $28 juta dari kelompok konstruksi tersebut, di mana $19 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya