Rabu 17 November 2021, 11:13 WIB

PBB: 1.000 Orang Ditangkap Sejak Keadaan Darurat di Ethiopia

Nur Aivanni | Internasional
PBB: 1.000 Orang Ditangkap Sejak Keadaan Darurat di Ethiopia

Amanuel Sileshi / AFP
Pasukan Pertahanan Nasional Ethiopia (ENDF) bersiaga di suatu tempat tak sebutkan lokasinya untuk menghadapi serangan kelompok Tigray.

 

PBB menyuarakan peringatan, pada Selasa (16/11), atas lonjakan penangkapan di Ethiopia sejak negara itu memberlakukan keadaan darurat pada 2 November 2021.

Badan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mengatakan sebagian besar dari mereka yang ditahan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, serta di Gondar, Bahir Dar dan lokasi lainnya berasal dari Tigrayan.

"Menurut laporan, setidaknya 1.000 orang diyakini telah ditahan, dengan beberapa laporan menyebutkan angka itu jauh lebih tinggi," kata Juru Bicara Liz Throssell kepada wartawan di Jenewa.

Penangkapan itu terjadi sejak pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed mengumumkan keadaan darurat dua pekan lalu ketika pejuang Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mengancam akan mendatangi di Kota Addis Ababa.

Pengacara juga mengatakan bahwa ribuan orang Tigrayan telah ditahan secara sewenang-wenang sejak pengumuman tindakan tersebut.

Dengan pemberlakuan keadaan darurat, pihak berwenang berhak menahan tanpa surat perintah siapa pun yang dicurigai mendukung "kelompok teroris".

Di antara mereka yang ditangkap sejak keadaan darurat diumumkan adalah sejumlah staf PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengulangi seruannya untuk pembebasan segera para karyawan dalam sebuah pernyataan dari juru bicaranya Stephane Dujarric pada Selasa (16/11) malam.

"Sejauh yang diketahui Sekretaris Jenderal, anggota staf ditahan tanpa tuduhan, dan tidak ada informasi spesifik yang diberikan mengenai alasan penangkapan mereka," kata Dujarric.

Throssell mengatakan 10 staf lokal PBB serta 34 pengemudi yang disubkontrakkan oleh PBB masih ditahan.

"Kami menyerukan semua yang masih dalam tahanan untuk segera dibebaskan," katanya, yang menambahkan bahwa jika itu tidak terjadi, "pengadilan atau pengadilan independen dan tidak memihak lainnya harus meninjau alasan penahanan mereka, atau mereka harus didakwa secara resmi".

Dia mengakui bahwa sulit bagi staf badan HAM PBB yang tersisa untuk melakukan pekerjaan mereka.

Kondisi penahanan umumnya dilaporkan "buruk", katanya, dengan banyak dari mereka yang ditahan ditahan di kantor polisi yang penuh sesak.

Throssell pun mengecam bahwa banyak dari mereka yang ditahan dilaporkan bahkan tidak diberitahu tentang alasan penahanan mereka.

"Kami juga prihatin dengan beberapa laporan penganiayaan di tahanan," katanya, yang menambahkan bahwa sementara badan tersebut tidak memiliki bukti spesifik tentang penyiksaan dalam tahanan tersebut.

Perang antara pihak berwenang Ethiopia dan TPLF selama setahun terakhir telah menewaskan ribuan orang dan membuat lebih dari dua juta orang mengungsi, dan telah menyebabkan ratusan ribu orang dalam kondisi seperti kelaparan.

PBB mengatakan semua pihak dalam konflik tersebut telah melakukan pelanggaran HAM berat. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

Brian W.J. Mahy / Centers for Disease Control and Prevention / AFP

Portugal Konfirmasi 10 kasus Baru Cacar Monyet, total 49 Kasus

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:25 WIB
Angka tersebut menambah total menjadi 49 kasus dan menyamai jumlah infeksi yang terkonfirmasi di negara tetangga,...
AFP/Atta Kenare.

Pembunuhan Kolonel IRGC, Pesan Israel terkait Suriah dan Perjanjian Nuklir?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:20 WIB
IRGC mengidentifikasi Khodai hanya sebagai pembela tempat yang disucikan. Ini dikaitkan dengan mereka yang pergi ke Suriah dan memerangi...
Dok World Tourism Forum Institute

Global Tourism Forum (GTF) Hadirkan 81 Pembicara Global

👤Iis Zatnika 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:17 WIB
Sebanyak 81 orang pembicara akan membawakan 35 topik pada Global Tourism Forum (GTF) Annual Meeting 2022 yang akan diselenggarakan di Bali...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya