Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Abu Erupsi Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia Capai India, Ganggu Penerbangan

Thalatie K Yani
26/11/2025 06:27
Abu Erupsi Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia Capai India, Ganggu Penerbangan
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia mencapai India dan mengganggu sejumlah penerbangan. (Media Sosial X)

GUMPALAN abu vulkanik dari Ethiopia bergerak melintasi Laut Merah. Abu vulkanik itu mencapai Oman dan Yaman, dan wilayah Delhi, menurut laporan Departemen Meteorologi India (IMD).

Erupsi Gunung Hayli Gubbi dimulai pada Minggu pagi. Gunung yang dormant selama beberapa ribu tahun memuntahkan kolom abu setinggi ribuan meter ke atmosfer.

Dampaknya langsung terasa pada sektor penerbangan India. Sejumlah penerbangan dibatalkan, ditunda, atau dialihkan. Regulator penerbangan sipil India meminta maskapai untuk “menghindari sepenuhnya” area terdampak.

Meski tingkat kontaminasi abu belum dapat dipastikan, para ahli menilai kecil kemungkinan kondisi tersebut memperburuk kualitas udara Delhi. Apalagi saat ini Delhi sudah berada pada kategori “sangat buruk”.

Abu vulkanik merupakan partikel kecil dan abrasif yang dilepaskan saat erupsi dan dapat merusak mesin pesawat, mengontaminasi landasan, serta mengurangi jarak pandang. Abu ini berbahaya bagi operasi penerbangan.

“Area udara yang terdampak berada pada ketinggian 8,5 km hingga 15 km di atas permukaan laut,” ujar Direktur Jenderal IMD, Mrutyunjay Mohapatra, kepada BBC.

“Itu akan memengaruhi sementara fungsi satelit dan operasi penerbangan, tetapi kecil kemungkinan mempengaruhi cuaca atau kualitas udara. Abu mencapai India utara tadi malam dan tampaknya bergerak menuju Tiongkok,” kata Mohapatra.

Menurut lembaga cuaca swasta Skymet Weather, sulit memprediksi durasi penyebaran abu. Namun IMD memperkirakan langit Delhi akan kembali cerah pada Selasa malam.

Gangguan terhadap penerbangan pun kian meluas. Air India membatalkan 11 penerbangan, sementara IndiGo, Akasa Air, dan KLM juga dilaporkan terdampak. Dalam pernyataannya di X, IndiGo menyebut sedang memantau situasi “bersama badan penerbangan internasional”.

Bandara Mumbai meminta penumpang memastikan status penerbangan sebelum menuju bandara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India mengeluarkan imbauan agar pilot segera melaporkan jika pesawat diduga memasuki area abu. Laporan itu termasuk jika terdapat gangguan mesin atau asap serta bau di kabin.

Maskapai juga diminta memeriksa pesawat yang beroperasi di sekitar zona terdampak. Mereka bisa “menunda atau menghentikan operasi ke bandara terdampak bila kondisi memburuk”.

Terdapat tiga tingkat kontaminasi abu yang menentukan durasi aman bagi pesawat untuk melintas tanpa menyebabkan kerusakan signifikan. Namun tingkat kontaminasi kali ini belum dapat ditentukan.

“Pengukuran kontaminasi akibat erupsi membutuhkan banyak persiapan. Sensor harus dipasang sebelumnya. Erupsi ini tidak memberi waktu untuk itu, sehingga tingkat kontaminasi belum diketahui,” ujar GP Sharma, Presiden Meteorologi dan Perubahan Iklim Skymet Weather.

Profesor Atalay Ayele dari Universitas Addis Ababa mengatakan kepada BBC, erupsi ini menonjol karena gunung tersebut telah tidak aktif selama ribuan tahun. Ia menyebut suara erupsi sangat keras, meski tidak memicu aktivitas seismik signifikan. Gunung Hayli Gubbi berada dekat kawasan Erta Ale yang dikenal memiliki titik-titik vulkanik aktif.

Awan abu vulkanik jarang terjadi. Namun erupsi Gunung Eyjafjallajökull di Islandia pada 2010 menyebabkan kekacauan perjalanan global, ketika ruang udara Inggris dan Eropa harus ditutup sebagian maupun seluruhnya. Kondisi ini menjadi gangguan penerbangan terburuk sejak Perang Dunia II. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik