Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ethiopia Konfirmasi Wabah Penyakit Virus Marburg

Despian Nurhidayat
17/11/2025 17:38
Ethiopia Konfirmasi Wabah Penyakit Virus Marburg
Peta Ethiopia.(Dok. Google Maps)

ETHIOPIA mengonfirmasi wabah pertama penyakit virus Marburg setelah mengirimkan sampel dari klaster dugaan kasus hemorrhagic fever untuk pengujian awal pekan ini. Hemorrhagic fever adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat mengancam jiwa.

Virus ini merupakan jenis yang sama yang dilaporkan dalam wabah sebelumnya di negara-negara Afrika Timur lainnya, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jumat malam. 

Sembilan kasus, termasuk tenaga kesehatan, telah dilaporkan di wilayah selatan Ethiopia dekat Sudan Selatan. WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC) mengatakan Ethiopia bergerak cepat untuk mengidentifikasi virus tersebut dan memulai upaya penanggulangan.

Tahun lalu, Rwanda mendapatkan sumber wabah pertama penyakit yang sangat ganas ini dari penambangan yang dilakukan di sebuah gua yang dihuni oleh kelelawar buah.

Setelah menular ke manusia, penyakit yang seringkali parah dan bahkan fatal ini menyebar di antara manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau melalui bahan yang terkontaminasi.

Gejala awal meliputi demam tinggi, sakit kepala akut, dan nyeri otot, serta banyak pasien mengalami pendarahan hebat dalam seminggu setelah gejala muncul. Belum ada obat yang disetujui, meskipun berbagai terapi telah digunakan dalam kondisi perawatan darurat yang penuh kasih.

Gilead Sciences Inc. memasok remdesivir ke Rwanda, obat antivirus yang telah diuji coba selama wabah Ebola 2018 di Republik Demokratik Kongo.

Otoritas kesehatan di Ethiopia dan Sudan Selatan berupaya mencegah penularan lintas batas. Infrastruktur layanan kesehatan di kedua negara sedang terbebani, dengan perang saudara selama tujuh tahun di Sudan Selatan yang memperparah masalah tersebut.

WHO mengucurkan USD 300 ribu dari dana daruratnya pada hari Kamis untuk mendukung Etiopia. WHO juga mengerahkan tim tanggap darurat awal dan mengirimkan pasokan medis, termasuk alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan dan tenda isolasi. Akses dini ke perawatan suportif, seperti rehidrasi dengan cairan oral atau intravena, meningkatkan angka harapan hidup. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik