Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI timur laut Ethiopia, terdapat kawasan ekstrem yang dikenal dengan nama Danakil Depression, salah satu tempat paling panas dan keras di permukaan Bumi. Wilayah ini terletak sekitar 125 meter di bawah permukaan laut, dan menjadi lokasi pertemuan tiga lempeng tektonik utama yang terus bergerak dan menciptakan aktivitas vulkanik tinggi.
Danakil Depression memegang rekor sebagai wilayah dengan suhu rata-rata tahunan tertinggi di dunia, sekitar 34,4°C. Pada siang hari, suhu dapat mencapai hingga 50°C, menjadikan kawasan ini nyaris tak bersahabat bagi kehidupan. Kondisi geografisnya yang berada di bawah permukaan laut membuat panas mudah terperangkap dan sulit keluar.
Permukaan Danakil menampilkan pemandangan geologi yang unik. Kawasan ini dipenuhi gunung api aktif, danau asam, geyser belerang, dan hamparan garam berwarna mencolok. Warna kuning, hijau, merah, dan oranye yang muncul berasal dari reaksi kimia antara belerang, mineral, dan panas vulkanik di bawah tanah.
Meskipun tampak indah, sebagian besar danau di wilayah ini mengandung asam dan gas beracun yang dapat melarutkan logam maupun jaringan hidup. Kondisi tersebut menjadikan Danakil salah satu ekosistem paling ekstrem di planet ini.
Di tengah kondisi ekstrem ini, suku Afar telah hidup selama berabad-abad. Mereka menggantungkan hidup pada penambangan garam, yang dikenal sebagai “emas putih” dari Danakil. Garam tersebut dipotong secara manual dari padang datar, kemudian diangkut menggunakan karavan unta untuk dijual ke wilayah lain. Aktivitas ini telah menjadi bagian dari tradisi dan mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Di tengah hamparan Danakil terdapat Dallol, bekas permukiman yang dulu digunakan untuk penambangan potash pada tahun 1960-an. Panas yang ekstrem, gas beracun, dan kondisi lingkungan yang berbahaya membuat aktivitas di sana berhenti total. Kini, Dallol dikenal sebagai kota tak berpenghuni dengan suhu tertinggi yang pernah tercatat di dunia.
Tak jauh dari Dallol terdapat Gunung Erta Ale, gunung api aktif dengan danau lava permanen di puncaknya. Fenomena ini tergolong langka di dunia dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi peneliti dan wisatawan petualang. Aktivitas vulkanik di Erta Ale menjadi sumber utama panas dan gas belerang yang memengaruhi iklim mikro kawasan Danakil.
Karakter ekstrem Danakil Depression sering dibandingkan dengan kondisi permukaan Mars. Suhu tinggi, kadar asam yang tinggi, serta aktivitas vulkanik konstan menjadikannya lokasi penting untuk studi geologi dan astrobiologi. Banyak ilmuwan menggunakan kawasan ini sebagai model alami untuk memahami lingkungan planet lain yang kering dan panas.
Danakil Depression menggambarkan sisi paling keras dari alam Bumi. Dengan suhu ekstrem, lanskap beracun, dan warna-warna geologi yang menakjubkan, kawasan ini menjadi salah satu tempat paling unik di dunia. Meski berbahaya, Danakil tetap menunjukkan bagaimana kehidupan dan keindahan dapat muncul bahkan di tempat paling tidak bersahabat sekalipun.
Sumber: reflections.live
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia mencapai India dan mengganggu sejumlah penerbangan.
KETEGANGAN antara Ethiopia dan Eritrea kembali menyedot perhatian kawasan Tanduk Afrika. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara terlibat saling serang pernyataan yang semakin agresif.
ETHIOPIA mengonfirmasi wabah pertama penyakit virus Marburg setelah mengirimkan sampel dari klaster dugaan kasus hemorrhagic fever untuk pengujian awal pekan ini.
Kehadiran GERD akan membantu mengatasi krisis listrik berkepanjangan di dalam negeri sekaligus memungkinkan ekspor energi ke kawasan Afrika Timur.
Para ilmuwan menemukan 13 fosil gigi berusia sekitar 2,6 juta tahun di Ledi-Geraru, Ethiopia. Sebanyak 10 di antaranya diyakini berasal dari spesies Australopithecus yang belum dikenal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved