Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menegaskan benar-benar serius tentang pembicaraan nuklir yang diperkirakan berlanjut pada akhir bulan ini. Ini dikatakan Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon, Selasa (16/11).
"Republik Islam Iran benar-benar serius tentang negosiasi dan kami sama-sama serius tentang hak-hak rakyat kami untuk pencabutan sanksi," kata Raisi menurut pernyataan yang diterbitkan di situs web kepresidenan. Pernyataannya datang satu hari setelah Teheran mengundang Kepala Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, untuk mengunjungi dan bertemu dengan menteri luar negeri Iran, setelah pejabat PBB menyatakan keprihatinan atas kurangnya kontak dengan pejabat Iran.
Pembicaraan nuklir, yang telah ditunda sejak pemilihan Raisi pada Juni, akan dilanjutkan di Wina pada 29 November. Ini merupakan upaya menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang menawarkan bantuan kepada Teheran dari sanksi sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya.
Kesepakatan itu ditorpedo ketika AS secara sepihak menarik diri darinya pada 2018 di bawah pemerintahan presiden Donald Trump. Pihak-pihak lain dalam kesepakatan--Rusia, Tiongkok, Jerman, Inggris, dan Prancis--akan berpartisipasi dalam pembicaraan Wina di hadapan perunding Eropa Enrique Mora.
AS akan mengambil bagian dalam negosiasi secara tidak langsung. Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyatakan harapan bahwa pembicaraan yang dijadwalkan akhir November akan konstruktif.
Baca juga: Jenderal Iran: Drone Kami Menjadi Serpihan di Mata Musuh
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian telah meminta Barat untuk tidak membuat tuntutan berlebihan pada Teheran dalam pembicaraan. Ini disampaikan dalam telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov awal bulan ini. Pada September, Lavrov meminta AS lebih aktif dalam pendekatannya untuk membantu melanjutkan pembicaraan nuklir yang terhenti sambil mengkritik sanksi terhadap Iran. (AFP/OL-14)
Jutaan warga AS gelar protes 'No Kings' jilid III untuk lawan gaya kepemimpinan otoriter Donald Trump dan menuntut penghentian perang dengan Iran yang kian memanas.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengurangi pendanaan AS untuk NATO setelah negara-negara Eropa menolak membantu operasi militer di Iran.
Presiden Donald Trump menegaskan konflik dengan Iran belum usai. Targetkan ribuan titik baru dan berikan ultimatum penutupan Selat Hormuz hingga 6 hari ke depan.
Utusan khusus Steve Witkoff optimis negosiasi untuk mengakhiri perang Iran segera dimulai. AS masih menanti delegasi resmi Teheran di meja perundingan.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved