Selasa 16 November 2021, 20:40 WIB

Kepada Putin, Raisi Tegaskan Iran Serius tentang Pembicaraan Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Kepada Putin, Raisi Tegaskan Iran Serius tentang Pembicaraan Nuklir

AFP/Atta Kenare.
Presiden Iran Ebrahim Raisi berpidato di depan parlemen di Teheran pada 16 November 2021.

 

IRAN menegaskan benar-benar serius tentang pembicaraan nuklir yang diperkirakan berlanjut pada akhir bulan ini. Ini dikatakan Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon, Selasa (16/11).

"Republik Islam Iran benar-benar serius tentang negosiasi dan kami sama-sama serius tentang hak-hak rakyat kami untuk pencabutan sanksi," kata Raisi menurut pernyataan yang diterbitkan di situs web kepresidenan. Pernyataannya datang satu hari setelah Teheran mengundang Kepala Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, untuk mengunjungi dan bertemu dengan menteri luar negeri Iran, setelah pejabat PBB menyatakan keprihatinan atas kurangnya kontak dengan pejabat Iran.

Pembicaraan nuklir, yang telah ditunda sejak pemilihan Raisi pada Juni, akan dilanjutkan di Wina pada 29 November. Ini merupakan upaya menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang menawarkan bantuan kepada Teheran dari sanksi sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya.

Kesepakatan itu ditorpedo ketika AS secara sepihak menarik diri darinya pada 2018 di bawah pemerintahan presiden Donald Trump. Pihak-pihak lain dalam kesepakatan--Rusia, Tiongkok, Jerman, Inggris, dan Prancis--akan berpartisipasi dalam pembicaraan Wina di hadapan perunding Eropa Enrique Mora.

AS akan mengambil bagian dalam negosiasi secara tidak langsung. Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyatakan harapan bahwa pembicaraan yang dijadwalkan akhir November akan konstruktif.

Baca juga: Jenderal Iran: Drone Kami Menjadi Serpihan di Mata Musuh

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian telah meminta Barat untuk tidak membuat tuntutan berlebihan pada Teheran dalam pembicaraan. Ini disampaikan dalam telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov awal bulan ini. Pada September, Lavrov meminta AS lebih aktif dalam pendekatannya untuk membantu melanjutkan pembicaraan nuklir yang terhenti sambil mengkritik sanksi terhadap Iran. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Putri

Tragedi Kanjuruhan Malang, Gegerkan Dunia

👤 Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 12:01 WIB
MATA penduduk dunia teralihkan dari kemenangan Ukraina di kota Lyman, dekat Kharkiv yang sempat dikuasai Rusia. Atau dari aksi...
AFP

Rusia Tarik Pasukan yang Dikepung Ukraina

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 08:41 WIB
SETELAH dikepung oleh pasukan Ukraina, Rusia menarik pasukan keluar dari kota Lyman di timur Ukraina dekat Kharkiv. Aksi itu menjadi...
AFP/Jim Watson.

Biden Sebut Amerika Serikat tidak akan Terintimidasi oleh Putin

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 18:39 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut pencaplokan itu sebagai eskalasi paling serius sejak dimulainya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya