Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN demonstran berbaris di parlemen Selandia Baru untuk memprotes pembatasan covid-19 pada Selasa (9/11). Demo tersebut membuat pihak kepolisian mengerahkan anggotanya secara besar-besaran di gedung Wellington.
Sekitar 3.000 orang, sebagian besar tidak mengenakan masker, berjalan melalui pusat kota ibu kota. Beberapa peserta membawa tanda yang membawa pesan dari kelompok Maori, mereka yang terkena dampak penguncian, dan para guru yang terancam kehilangan pekerjaan jika menolak vaksinasi.
Lainnya menargetkan Perdana Menteri Jacinda Ardern dengan slogan-slogan seperti "Pilihan Pro, Anti Jacinda", "Kebohongan Media", dan "Pengkhianatan Media" juga menonjol. Aksi protes berlangsung damai.
Demonstran membubarkan diri setelah melakukan tarian haka secara massal di halaman parlemen. Tarian tradisional masyarakat Maori itu digunakan dalam berbagai cara yakni untuk mengintimidasi lawan, merayakan, atau berduka.
Polisi mengatakan tidak ada penangkapan di Wellington, meskipun mereka menyatakan kekecewaannya atas begitu banyak peserta yang melanggar pembatasan virus korona. Mereka mengatakan seorang petugas digigit dalam aksi protes kecil yang terpisah di luar Auckland ketika polisi secara fisik menyingkirkan seorang demonstran dari jalan.
Ardern mengatakan sebagian besar warga Selandia Baru mendukung tanggapan pemerintahnya. Ia mengutip angka yang menunjukkan hampir 90% populasi telah menerima dosis vaksinasi pertama mereka. "Yang kami lihat hari ini tidak mewakili sebagian besar warga Selandia Baru," katanya kepada wartawan.
Pemerintah Ardern telah mengadopsi tanggapan covid-19 yang tegas, termasuk penguncian keras dan pembatasan perbatasan yang ketat, yang membuat Selandia Baru hanya mencatat 31 kematian akibat virus dalam populasinya sebanyak lima juta penduduk. Penduduk kota terbesar di negara itu, Auckland, telah diberlakukan perintah tinggal di rumah sejak pertengahan Agustus dan Ardern minggu ini mengindikasikan pembatasan itu akan tetap ada hingga akhir November.
Baca juga: Inggris-Selandia Baru Capai Perjanjian Perdagangan Bebas
Dia telah berjanji akan memperkenalkan lebih banyak kebebasan, termasuk mengakhiri penguncian, setelah 90% populasinya sudah divaksinasi lengkap. Namun, mereka yang tetap tidak divaksinasi masih akan menghadapi pembatasan pada pilihan pekerjaan, perjalanan, dan hiburan mereka. (AFP/OL-14)
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
MAHASISWA Fakultas Hukum mengajukan uji materiil Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Proses pembelajaran siswa harus diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak perempuan cenderung mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan laki-laki, terutama akibat stres dan perubahan gaya hidup
Penambahan 44 unit bus listrik dari Tiongkok sempat terhambat akibat lockdown pandemi covid-19 pada 2022 silam.
Anggota Parlemen Inggris menyetujui laporan mengecam mantan PM Inggris Boris Jonson yang melanggar lockdown Covid.
Langkah itu ia lakukan karena pemerintah sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi.
PARTAI Komunis China (PKC) yang menguasai jalannya pemerintah dan arah negara, menyatakan akan menindak tegas semua kegiatan infiltrasi hingga sabotase oleh pasukan musuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved