Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu keluarga miskin di Jalur Gaza yang diblokade Israel mulai menerima dana kemanusiaan Qatar pada Kamis (14/10). Ini setelah Israel menyetujui mekanisme distribusi baru yang melibatkan PBB.
Penerima uang antre sejak dini hari di luar 300 pusat distribusi yang tersebar di daerah kantong Palestina yang dikuasai Hamas. Utusan Qatar Mohammed al-Emadi mengatakan pemberian US$100 akan diberikan kepada 95.000 keluarga yang membutuhkan di Gaza melalui PBB.
Dukungan Qatar dianggap sebagai jalur kehidupan penting bagi warga Palestina miskin yang tinggal di Gaza yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007. Sebelum gejolak terbaru antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina pada Mei, aliran dana dari Qatar dianggap penting untuk menjaga ketenangan relatif antara kedua belah pihak.
Baca juga: UNESCO Adopsi Dua Resolusi Pro Palestina pada Sidang Dewan Eksekutif
Namun Israel telah keberatan dengan dimulainya kembali pendanaan di bawah persyaratan yang ada sebelum permusuhan Mei. Negeri Yahudi itu mengklaim uang digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata daripada hanya untuk kebutuhan kemanusiaan.
Kebuntuan itu diselesaikan pada Agustus, ketika Israel dan Qatar mengumumkan persetujuan mekanisme baru untuk mendistribusikan dana. Uang yang ditransfer langsung ke individu oleh PBB.
Di bawah skema tersebut, penerima yang disetujui Israel di Gaza akan diberikan kartu kredit PBB untuk menarik dana tersebut. Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah mengatakan distribusi akan berlanjut sepanjang minggu ini.
Naseem al-Haddad, 47, mengatakan seratus dolar yang dia terima untuk memperbaiki ekonominya dan prospeknya untuk mendapatkan pekerjaan. "Pada saat ini, saya membutuhkan US$1.000 lagi mengingat situasi ekonomi yang sulit di Jalur Gaza," katanya.
Baca juga: Tindakan Keras Otoritas Palestina kepada Aktivis Ancam Stabilitas
Fayez Nabhan, seorang sopir taksi berusia 41 tahun dan ayah dari lima anak, mengatakan hidup menjadi sedikit lebih baik sekarang setelah dia menerima bantuan lagi. (AFP/OL-14)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved