Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan inisiatif untuk memvaksinasi 40% populasi setiap negara terhadap covid-19 pada akhir 2021 dan 70% pada pertengahan 2022, dengan memprioritaskan pengiriman vaksin ke negara berpenghasilan rendah, terutama di Afrika.
"Hari ini WHO meluncurkan Strategi Pencapaian Vaksinasi Global Covid-19 hingga pertengahan 2022," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers pada Kamis (7/10).
"Strategi tersebut menguraikan jalan yang harus kita ambil bersama untuk mencapai target kita memvaksinasi 40% dari populasi setiap negara pada akhir tahun ini, dan 70% pada pertengahan tahun depan,” imbuhnya.
Baca juga: Pemerintah Inggris Hapus 47 Negara dari Daftar Merah Covid-19
Menurut Tedros, mencapai t bukan masalah pasokan.
“Dengan produksi vaksin global saat ini hampir 1,5 miliar dosis per bulan, pasokan cukup untuk mencapai target kami, asalkan (vaksin) didistribusikan secara merata,” tuturnya.
Menurut catatan WHO, lebih dari 6,4 miliar dosis vaksin kini telah diberikan secara global, dan hampir sepertiga populasi dunia telah divaksinasi penuh terhadap covid-19. Namun, negara-negara berpenghasilan rendah telah menerima kurang dari setengah dari satu persen vaksin dunia. Di Afrika, kurang dari 5% warga yang divaksinasi lenarget tersebut akan membutuhkan setidaknya 11 miliar dosis vaksin, yang merupakan masalah alokasi,gkap.
Awal tahun ini, WHO menetapkan target untuk semua negara untuk memvaksinasi 10% dari populasi mereka pada akhir September, tetapi 56 negara tidak berhasil. Kondisi ini telah mendorong Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk bergabung dengan kepala WHO untuk meluncurkan strategi terbaru.
"Ketidaksetaraan vaksin adalah sekutu terbaik pandemi covid-19," kata Guterres.
“Tetapi melalui pembagian dosis, pertukaran, transfer teknologi, dan tindakan prioritas lainnya, dimungkinkan untuk mengurangi kematian dan meminimalkan penderitaan, mencegah sistem kesehatan kewalahan, melanjutkan kegiatan sosial dan ekonomi, dan mengurangi risiko varian baru yang berbahaya,” imbuhnya.
Sekjen PBB juga memperbarui seruannya kepada G-20 untuk meminta bantuan, menambahkan bahwa pertemuan mereka akhir bulan ini akan menjadi kesempatan untuk menyampaikan.
"Saya mendesak semua pemangku kepentingan global untuk meningkatkan, memobilisasi sumber daya mereka dan mengubah strategi ini menjadi kenyataan," serunya. (Straitstimes/H-3)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
WHO akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia dan mitra internasional untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan akses ke layanan berkualitas, termasuk imunisasi.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved