Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, Sabtu (2/10), mengatakan para pejabat Amerika Serikat (AS) mencoba membahas kemungkinan memulai kembali pembicaraan nuklir pada bulan lalu. Tetapi, dia bersikeras Washington harus terlebih dahulu melepaskan US$10 miliar dana beku Teheran sebagai tanda niat baik.
Iran telah menolak pembicaraan langsung dengan AS dan pembicaraan tidak langsung tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015.
Amirabdollahian mengatakan, kepada televisi pemerintah Iran, bahwa AS menggunakan perantara di PBB bulan lalu untuk mencoba melakukan kontak.
Baca juga : Dengan Uranium, Iran Paksa Barat Cabut Sanksi
Untuk diketahui, Iran tidak dapat memperoleh puluhan miliar dolar asetnya di bank asing, terutama dari ekspor minyak dan gas, karena sanksi AS terhadap sektor perbankan dan energinya.
"Amerika mencoba menghubungi kami melalui saluran yang berbeda (di Majelis Umum PBB) di New York, dan saya memberi tahu para mediator jika niat Amerika serius maka diperlukan indikasi serius, dengan melepaskan setidaknya US$10 miliar uang yang diblokir," kata menteri tersebut.
Kekuatan Barat telah mendesak Iran kembali ke negosiasi dan mengatakan waktu hampir habis karena program nuklir Teheran berkembang jauh melampaui batas yang ditetapkan oleh kesepakatan.
Baca juga : Rudal Balistik Hipersonik 'Fattah' Iran Mampu Hindari Iron Dome Israel
Amirabdollahian menegaskan kembali bahwa Iran akan segera kembali ke pembicaraan nuklir yang terhenti di Wina, namun menolak memberikan tanggal pastinya.
Teheran mengatakan langkah nuklirnya dapat dibatalkan jika Washington mencabut semua sanksi.
Para pejabat Iran dan Barat mengatakan masih banyak masalah yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan itu dapat dihidupkan kembali. (Straits Times/OL-1)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved