Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN tidak ingin meninggalkan pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar. Ini disampaikan setelah kekuatan Barat menyatakan frustrasi atas lambatnya langkah Iran.
"Kami tidak berusaha untuk keluar dari meja perundingan," kata Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian kepada kantor berita resmi IRNA, Jumat (24/9). "Kami pasti akan mengejar negosiasi yang melayani hak dan kepentingan bangsa kami."
Seorang pejabat senior AS minggu ini menjelaskan frustrasi Washington dengan Teheran atas tidak ada indikasi positif bahwa pihaknya siap untuk kembali ke pembicaraan untuk menutup masalah yang tersisa.
Pemerintah Eropa mengatakan mereka tidak mendengar apa pun yang konkret dari Amir-Abdollahian selama pertemuan mereka di sela-sela Sidang Umum PBB.
Berbicara kepada IRNA dari New York, Menlu Iran mengatakan, "Kami sedang mencari jalan untuk kembali ke negosiasi dan insyaallah kami akan kembali ke meja perundingan pada kesempatan pertama."
Disimpulkan pada 2015, kesepakatan nuklir menawarkan bantuan kepada Teheran dari jeratan sanksi Barat dan PBB. Ini sebagai imbalan atas komitmen Teheran untuk tidak pernah memperoleh senjata nuklir dan untuk secara drastis mengurangi kegiatan nuklirnya di bawah kendali ketat PBB.
Baca juga: AS dan Uni Eropa Frustrasi terhadap Tingkah Iran
Namun kemudian Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan pada 2018 dan meningkatkan sanksi. Ini memprovokasi Iran untuk menangguhkan sebagian besar komitmen nuklirnya. (AFP/OL-14)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved