Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN pembuat kapal selam Prancis, Naval Group, Rabu (22/9), mengatakan akan mengirimkan tagihan mendetail ke Australia dalam beberapa pekan ke depan setelah Canberra membatalkan kontrak untuk membeli kapal selam dari Prancis.
Australia, pada 2016, sepakat membeli 12 kapal selam bermesin diesel dari Naval Group seharga A$50 miliar, yang kala itu dijuluki sebagai 'kesepakatan abad ini'.
Namun, pekan lalu, Australia membatalkan kesepakatan itu demi membeli kapal selam nuklir dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris, dalam kesepakatan rahasia yang memancing kemarahan Prancis.
Baca juga: Menlu AS Blinken Berharap Bisa Berbicara dengan Prancis di PBB
CEO Naval Group Pierre Eric Pommellet, kepada surat kabar Prancis Le Figaro, mengatakan perusahaannya akan mengirimkan tagihan ke pemerintah Australia.
"Australia memutus kontrak secara epihak yang berarti itu bukan kesalahan kami," ujar Pommellet.
"Hal semacam ini sudah tercantum dalam kontrak dan ada yang harus dibayarkan untuk menutup pengeluaran kami dan pengeluaran yang akan datang terkait demobilisasi nfrastruktur dan IT serta penempatan ulang karyawan. Kami akan menuntut hak kami," lanjutnya.
Kementerian Pertahanan Prancis menyebut Nacal Group telah mulai membahas kompensasi finansial dengan Canberra.
Naval Group telah menyelesaikan pembuatan kapal selam senilai 900 juta euro namun tidak mengalami kerugikan karena kerja itu ditutup oleh biaya yang dibayarkan Australia.
Prancis menyebut keputusan Australia membatalkan kontrak pembuatan kapal selam itu sebagai pengkhianatan dan menuntut ganti rugi. (AFP/OL-1)
Kapal selam otonom ini secara fisik berukuran mini tanpa awak manusia, digerakkan motor penggerak listrik dengan sistem navigasi sementara ini memakai sinyal internet.
Sjafrie menjelaskan, uji tembak itu akan dilakukan di kawasan laut Surabaya yang berada di bawah wilayah Komando Armada (Koarmada) II.
Bangkai kapal selam USS F-1 yang tenggelam pada 1917 ditemukan di kedalaman 396 meter di Samudra Pasifik.
Trump sebelumnya menyampaikan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam bertenaga nuklir sebagai tanggapan atas komentar Medvedev.
PT Hariff Dipa Persada, perusahaan teknologi pertahanan swasta nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group,
Penandatanganan Letter of Intent ini merupakan bukti kepercayaan yang mendalam atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara Naval Group, PT PAL, dan TNI Angkatan Laut.
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved