Selasa 14 September 2021, 07:05 WIB

Blinken Minta Pakistan Tolak Legitimasi Taliban

Nur Aivanni | Internasional
Blinken Minta Pakistan Tolak Legitimasi Taliban

AFP/ EVELYN HOCKSTEIN
Menlu AS Antony Blinken

 

MENTERI Luar Negeri AS Antony Blinken, pada Senin, mengusulkan Pakistan untuk menolak legitimasi Taliban kecuali mereka memenuhi tuntutan internasional.

Saat bersaksi di depan Kongres tentang kemenangan Taliban di Afghanistan, Blinken mendengar dari anggota parlemen di seluruh garis partai yang mendorong garis keras terhadap Pakistan.

"Apa yang harus kita lihat adalah desakan bahwa setiap negara, termasuk Pakistan, memenuhi harapan masyarakat internasional tentang apa yang diperlukan dari pemerintah yang dipimpin Taliban jika ingin menerima legitimasi dalam bentuk apa pun atau dukungan apa pun," kata Blinken kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Dia mengatakan prioritas, termasuk memastikan Taliban, membiarkan orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan dan menghormati hak-hak perempuan, anak perempuan dan minoritas, serta mematuhi janji bahwa negara itu tidak lagi menjadi surga bagi teroris.

"Jadi Pakistan perlu sejalan dengan mayoritas masyarakat internasional dalam bekerja menuju tujuan itu dan dalam menegakkan harapan itu," ucap Blinken.

Baca juga:  Taliban Pakistan Klaim Lancarkan Serangan Bom di Perbatasan Afghanistan

Blinken mengatakan kebijakan Pakistan dalam banyak kesempatan merugikan kepentingan pihaknya dan pada kesempatan lain mendukung kepentingan tersebut.

"Salah satu yang terlibat dalam menyembunyikan anggota Taliban, termasuk Haqqani," tutur Blinken merujuk pada kelompok yang ditetapkan sebagai teroris oleh Washington yang sekarang menjadi bagian dari pemerintahan sementara.

Perwakilan Demokrat Joaquin Castro, salah satu dari beberapa anggota parlemen yang mengkritik Pakistan, meminta Amerika Serikat untuk mempertimbangkan menghapus statusnya sebagai sekutu utama non-NATO, yang memberi Islamabad akses istimewa ke persenjataan AS.

Intelijen Pakistan memiliki hubungan dekat dengan Taliban sejak kebangkitan gerilyawan Islam itu pada 1990-an dan Pakistan adalah satu dari hanya tiga negara yang mengakui pemerintahannya pada 1996-2001. (AFP/OL-5)

Baca Juga

Antara

Pesawat Tempur Elektronik Tiongkok Dipasang Pelacak dan Rudal

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 20:10 WIB
Alat yang dikenal dengan sebutan "jammer" itu dan rudal terpasang di bawah sayap dan saluran masuk udara selain dua perangkat...
ROSLAN RAHMAN / AFP

Singapura Kembali Alami Lonjakan Kasus, Masyarakat Diminta Waspada

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 28 September 2021, 19:55 WIB
Meski secara umum cakupan vaksinasi di negara ini mencapai 84%, namun pada kategori lanjut usia, capaiannya rendah atau bahkan belum...
AFP/Punit Paranjpe

India Izinkan Serum Institute Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 19:29 WIB
Regulator obat-obatan India mengizinkan perusahaan Serum Institute untuk melakukan uji coba vaksin COVID-19 buatan Amerika Serikat,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Porsi Terbesar Operasi untuk Edukasi

Protokol kesehatan pun menjadi fokus Operasi Patuh Jaya 2021

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya