Jumat 03 September 2021, 10:25 WIB

Jerman Ajukan Syarat untuk Kehadiran Diplomatiknya di Kabul

Nur Aivanni | Internasional
Jerman Ajukan Syarat untuk Kehadiran Diplomatiknya di Kabul

Jure Makovec / AFP
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

 

MENTERI Luar Negeri (Menlu) Jerman Heiko Maas, pada Kamis (2/9), mengatakan negara tersebut siap untuk melanjutkan kehadiran diplomatik di Kabul jika Taliban memenuhi persyaratan tertentu.

Sementara itu, Prancis mengatakan mereka belum melihat sinyal positif bahwa kelompok itu telah berubah.

"Kami ingin melihat pemerintahan yang inklusif (di Kabul), penghormatan terhadap hak asasi manusia dan perempuan yang mendasar - dan Afghanistan tidak boleh lagi menjadi tempat berkembang biak bagi terorisme internasional," kata Maas kepada wartawan di Slovenia.

Di Slovenia, Maas bertemu dengan rekan-rekan Uni Eropa untuk membahas Afghanistan menyusul berakhirnya misi internasional di sana dan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban atas negara tersebut.

"Jika persyaratan itu dipenuhi, dan situasi keamanan memungkinkan, kami siap untuk melanjutkan kehadiran diplomatik di Kabul," katanya.

Tidak seperti Rusia dan Tiongkok, Uni Eropa dan sebagian besar negara Barat telah menutup kedutaan mereka di Kabul, untuk mengurangi kesempatan mereka untuk secara langsung mempengaruhi pemerintah baru mana pun.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada surat kabar Le Figaro bahwa Paris akan menilai Taliban apakah mereka mengizinkan orang meninggalkan negara itu, memungkinkan akses bantuan kemanusiaan, memutuskan hubungan dengan semua organisasi teroris, dan menghormati hak asasi manusia, terutama bagi perempuan.

"Untuk saat ini kami tidak memiliki tanda-tanda bahwa mereka mengambil arah ini," kata Le Drian.

Para menteri luar negeri tersebut mengikuti jejak para menteri pertahanan Uni Eropa, yang bertemu pada hari sebelumnya untuk melakukan pembicaraan yang juga berfokus pada cara-cara untuk mencegah krisis serupa agar tidak lepas kendali di masa depan. (CNA/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Sven Hoppe.

Mantan Paus Benediktus Dituduh Abaikan Kasus Pelecehan Seksual Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:17 WIB
Dalam satu kasus, seorang pendeta paedofilia yang sekarang terkenal bernama Peter Hullermann dipindahkan ke Munich dari Essen di Jerman...
AFP/Bill Pugliano.

Universitas Michigan Bayar Rp7 Triliun kepada Ratusan Korban Pelecehan Seksual

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:01 WIB
Skandal pelecehan seksual di Universitas Michigan juga mengancam mencoreng reputasi pelatih sepak bola legendaris sekolah itu, Bo...
AFP/Handout Menteri Perdagangan dan Ekonomi Tonga Viliami Uasike Latu

6 WNI di Tonga Dinyatakan Selamat dari Bencana Tsunami Akibat Letusan Gunung Hunga Tonga 

👤Atikah Ishmah WInahyu 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:59 WIB
“Para WNI yang ada di Tonga sudah dapat kita hubungi dan sudah dapat kita pastikan kondisinya selamat,” kata Direktur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya