Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS Joe Biden menegaskan kembali keputusannya untuk meninggalkan Afghanistan sudah benar. Biden mengatakan kepada warga Amerika bahwa dia menolak untuk mengirim generasi lain untuk berperang dalam "perang selamanya".
Dalam pidatonya, Selasa (31/8) waktu AS, Biden mengatakan bahwa kepergian AS dari Afghanistan setelah 20 tahun perang melawan Taliban, adalah keputusan yang bijaksana dan keputusan terbaik untuk Amerika.
Setelah mendapat kecaman dari lawan-lawannya di Partai Republik atas kekacauan yang terjadi saat keluar dari Afghanistan, Biden mengatakan dia melakukan apa yang seharusnya dilakukan bertahun-tahun yang lalu.
"Saya tidak akan memperpanjang perang selamanya dan saya tidak memperpanjang jalan keluar selamanya," katanya. Evakuasi itu, katanya, merupakan keberhasilan yang luar biasa.
Saat berbicara di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Biden menggebrak podium saat dia merinci biaya perang yang luar biasa, lebih dari 2.400 kematian militer AS dan menghabiskan hingga $ 2,3 triliun, yang berakhir dengan gerilyawan Taliban kembali berkuasa.
"Saya bertanggung jawab atas keputusan itu. Saya membuat komitmen kepada rakyat Amerika bahwa saya akan mengakhiri perang ini. Hari ini, saya menghormati komitmen itu. Sudah waktunya untuk jujur," tegasnya.
"Setelah 20 tahun di Afghanistan, saya menolak mengirim generasi putra dan putri Amerika lainnya untuk berperang," ucapnya.
Biden bersikeras dalam pidatonya bahwa orang Amerika yang tersisa di Afghanistan, banyak dari mereka berkewarganegaraan ganda akan diizinkan oleh Taliban untuk keluar jika mereka mau.
Meskipun tidak jelas berapa banyak orang Amerika yang benar-benar dicegah untuk pergi, masalah itu adalah masalah politik yang berbahaya bagi Biden.
Dikatakan Biden, bagi mereka yang terdampar, tidak ada batas waktu dan pemerintah tetap berkomitmen untuk mengeluarkan mereka jika mereka mau.
Untuk mengatasi kekhawatiran lain yang meningkat di Washington, dia memperingatkan IS-K, kelompok militan Islam garis keras di Afghanistan yang membunuh 13 anggota militer AS, bahwa mereka akan diburu. "Kami belum selesai dengan Anda," katanya. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Tiongkok Instruksikan Penutupan Kamar Dagang Amerika di Kota Chengdu
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Departemen Luar Negeri memindahkan ribuan orang dari berbagai negara di Timur Tengah.
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved