Senin 30 Agustus 2021, 22:19 WIB

Korban Perang Yaman Adukan Pasukan Propemerintah ke Pengadilan Internasional

Mediaindonesia.com | Internasional
Korban Perang Yaman Adukan Pasukan Propemerintah ke Pengadilan Internasional

AFP/Mohammed Huwais.
Pejuang yang setia kepada pemberontak Huthi Yaman mengunjungi makam pemimpin politik Huthi yang terbunuh Saleh al-Sammad, Senin (30/8).

 

PENGACARA yang berbasis di London, Inggris, mewakili para korban konflik Yaman yang sedang berlangsung pada Senin (30/8) menyerukan penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan perang oleh pasukan propemerintah.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah terkunci dalam pertempuran dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran sejak 2014. Koalisi militer yang dipimpin Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah, tak lama setelah Huthi merebut ibu kota Sanaa.

Sejak itu, pemberontak telah menguasai sebagian besar wilayah utara. Puluhan ribu--kebanyakan warga sipil--tewas dalam konflik dan jutaan mengungsi.

PBB menggambarkan situasi itu sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Para ahli PBB menuduh kedua belah pihak melakukan kejahatan perang.

Pada Senin, Guernica 37 International Justice Chambers mengatakan telah menyerahkan bukti ke ICC untuk mendukung tuduhan kejahatan perang koalisi dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pengacara, yang mengajukan permohonan atas nama ratusan orang yang selamat dan kerabat dari mereka yang tewas, menyerukan penyelidikan atas tiga insiden.

Kejadian itu termasuk serangan udara koalisi pada 2016 yang menewaskan 140 orang di permakaman Sanaa dan serangan udara pada 2018 di bus sekolah di Yaman utara yang menewaskan sedikitnya 40 anak. Koalisi Saudi telah mengakui bahwa kesalahan telah dibuat dan akan mengadili personel militer yang dicurigai berada di balik serangan terhadap warga sipil, termasuk serangan ke bus sekolah.

"Pada saat serangan, koalisi mengklaim mereka akan menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban pelaku. Tentu saja, mereka tidak melakukan hal seperti itu," kata Almudena Bernabeu, salah satu pendiri Guernica 37, dalam pernyataannya. 

Baik Yaman maupun Arab Saudi bukanlah pihak dalam Statuta Roma pendiri ICC. Dari negara-negara yang membentuk koalisi, hanya Yordania yang telah meratifikasi undang-undang tersebut.

ICC tidak berkewajiban untuk mempertimbangkan pengaduan yang diajukan ke jaksa oleh individu atau kelompok. Penuntut dapat memutuskan secara independen kasus yang akan diajukan kepada hakim di pengadilan. 

Baca juga: Serangan di Pangkalan Udara Terbesar Yaman, 30 Tewas

Hakim kemudian memutuskan akan mengizinkan penyelidikan pendahuluan oleh jaksa atau tidak. Jika diizinkan diikuti dengan penyelidikan formal dan jika diperlukan, dakwaan. Dalam sebagian besar kasus, keluhan semacam itu tidak mengarah pada penyelidikan, menurut ICC. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Robyn BECK

Bill Clinton akan Dirawat di RS Semalam Lagi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 08:15 WIB
Urena mengatakan mantan presiden AS berusia 75 tahun itu menunjukkan hasil positif terhadap perawatan infeksi darah...
AFP/SHAMIL ZHUMATOV

Miliarder Jepang Mengaku tidak Takut Jelang Keberangkatan ke ISS

👤Ajeng Ayu Winarsih 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 07:45 WIB
Maezawa, yang saat ini berusia 45 tahun, adalah pendiri mal mode daring terbesar di Jepang dan orang terkaya ke-30 di negara itu, menurut...
AFP/ANDREAS SOLARO

Temuan Teranyar Beri Informasi Baru Mengenai Letusan Gunung Vesuvius

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 06:00 WIB
Kerangka pria yang diduga berusia antara 40 dan 45 tahun ditemukan di bawah bebatuan vulkanis, di lokasi yang diduga sebagai garis pantai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya