Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN AS yang membantu mengevakuasi warga Afghanistan untuk melarikan diri dari kekuasaan Taliban bersiaga untuk serangan lebih lanjut pada Jumat (27/8). Hal itu setelah bom bunuh diri ISIS yang menewaskan sedikitnya 92 orang, termasuk 13 anggota militer AS, tepat di luar bandara Kabul.
Gedung Putih mengatakan beberapa hari berikutnya dari operasi evakuasi AS yang sedang berlangsung akan menjadi paling berbahaya.
Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan Amerika Serikat yakin masih ada ancaman yang "spesifik dan kredibel" terhadap bandara setelah pemboman di salah satu gerbangnya.
"Kami tentu siap dan mengharapkan upaya di masa depan," kata Kirby kepada wartawan di Washington.
"Kami memantau ancaman ini, sangat, sangat spesifik, hampir secara real time," ucapnya.
Pasukan AS dan sekutu tengah berlomba untuk menyelesaikan evakuasi warga mereka dan warga Afghanistan yang rentan dan untuk menarik diri dari Afghanistan dengan batas waktu 31 Agustus.
Baca juga: AS Minta Warganya untuk Segera Tinggalkan Gerbang Bandara di Kabul
Pada hari terakhir, 12.500 orang lainnya dievakuasi termasuk lebih dari 300 warga Amerika, kata para pejabat AS. Sebanyak sekitar 5.100 orang Amerika telah dievakuasi, tambah pejabat AS, dengan sekitar 500 lainnya menunggu untuk pergi. Sementara ribuan orang telah dievakuasi, mereka kalah jumlah dengan mereka yang tidak bisa keluar.
Beberapa media AS termasuk New York Times mengutip pejabat kesehatan setempat yang mengatakan hingga 170 orang, tidak termasuk tentara AS, tewas dalam serangan itu.
Ribuan orang telah berkumpul di luar bandara untuk mencoba naik ke penerbangan evakuasi sejak Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus. Serangan itu merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan AS di Afghanistan dalam satu dekade.
Pasukan Taliban telah mengambil posisi di bandara Kabul dan siap untuk mengambil kendali penuh pada awal akhir pekan ini, segera setelah pasukan AS pergi, kata dua tokoh senior Taliban.
Seorang komandan senior mengatakan pasukan Taliban telah mengambil alih sebagian besar bandara.
"Tidak hanya sebagian kecil di mana orang Amerika masih berada," katanya.
"Begitu orang Amerika pergi, mereka hanya perlu memberi kami sinyal dan kami akan mengambil alih," kata pejabat kedua Taliban.
Kirby pun membantah pernyataan Taliban itu, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa bagian militer bandara tetap di bawah kendali AS.
"Mereka tidak bertanggung jawab atas gerbang mana pun. Mereka tidak bertanggung jawab atas operasi bandara mana pun. Itu masih di bawah kendali militer AS," ucap Kirby. (Straits Times/OL-5)
KEDUTAAN Besar Amerika Serikat (AS) di Iran mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk meninggalkan Iran sekarang juga.
IRAN dan Amerika Serikat (AS) membuka jalur perundingan tingkat tinggi melalui mediasi Oman guna meredakan perbedaan mendalam terkait program nuklir Teheran.
PEMERINTAH AS menerbitkan peringatan darurat bagi seluruh warga negaranya yang masih berada di Iran, menjelang dimulai putaran krusial perundingan dengan Teheran di Oman.
IRAN dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Iran yang dijadwalkan digelar di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).
Hubungan antara Kanada dan AS saat ini sedang mendingin setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang Kanada.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Donald Trump memuji kepemimpinan Sanae Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved