Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, Sabtu (21/8), memperingatkan bahwa secara matematis tidak mungkin bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk mengevakuasi puluhan ribu personel dan keluarga Afghanistan mereka pada 31 Agustus.
Saat berbicara kepada AFP dari Spanyol dalam sebuah wawancara telepon, Borrell mengatakan pihaknya telah mengadu kepada AS bahwa keamanan mereka di bandara Kabul terlalu ketat dan menghambat upaya orang Afghanistan yang bekerja untuk orang Eropa untuk masuk.
Tanggal 31 Agustus adalah batas waktu yang telah diumumkan AS untuk penarikan penuh pasukannya dari Afghanistan, tetapi Presiden AS Joe Biden telah menandai bahwa mungkin akan diperpanjang jika pengangkutan udara tetap dapat dilakukan.
Baca juga: Menlu Ungkap Proses Evakuasi WNI dari Afghanistan
Militer AS, saat ini, mengendalikan bandara Kabul dan menjalankan operasi kontrol lalu lintas udaranya.
"Sejauh yang saya tahu, untuk saat ini, Amerika belum mengatakan mereka akan tinggal setelah 31 Agustus, tetapi mereka mungkin mengubah pemikiran mereka," kata Borrell.
"Mereka ingin mengevakuasi 60.000 orang antara sekarang dan akhir bulan ini. Secara matematis tidak mungkin," katanya.
Untuk upaya evakuasi oleh Eropa, kata Borrell, masalahnya adalah akses ke bandara. Pemeriksaan AS dan langkah-langkah keamanan, lanjutnya, sangat ketat dan mencegah perjalanan staf Afghanistan.
Dia mengatakan Brussels telah mengajukan keluhan ke AS, meminta lebih banyak fleksibilitas.
Pejabat tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa telah berada di Madrid mendampingi Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam kunjungan ke pangkalan udara Spanyol yang menerima kedatangan penerbangan yang membawa warga Eropa dan personel Afghanistan serta beberapa warga AS.
Dia mengatakan hanya 150 dari 400 warga Afghanistan yang dipekerjakan oleh Uni Eropa telah dievakuasi sejauh ini.
"Saya sangat menyadari bahwa ini sangat tidak mencukupi," katanya. "Pesawat-pesawat berangkat sementara orang-orang masih berada di landasan."
Terlepas dari itu, Borrell membantah ada ketegangan antara Uni Eropa dan AS atas evakuasi yang sedang berlangsung. (AFP/OL-1)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved