Kamis 19 Agustus 2021, 18:51 WIB

Bom Meledak pada Peringatan Asyura Syiah di Pakistan

Mediaindonesia.com | Internasional
Bom Meledak pada Peringatan Asyura Syiah di Pakistan

AFP/Aamir Qureshi.
Anak-anak duduk di antara jemaah muslim Syiah saat mereka melakukan salat zuhur selama prosesi Asyura di Rawalpindi, Kamis (19/8).

 

SEDIKITNYA tiga orang tewas dan 50 lain luka-luka ketika satu ledakan bom menghancurkan prosesi muslim Syiah di Pakistan tengah pada Kamis (19/8), kata para pejabat. Keamanan terbilang ketat karena agama minoritas tersebut memperingati Asyura selama bulan suci Muharam sebagai titik kekerasan sektarian di tahun-tahun sebelumnya.

"Kami mendapat konfirmasi tiga tewas dan 50 terluka akibat ledakan di lokasi prosesi," kata seorang pejabat senior pemerintah di kota Bahawalnagar Provinsi Punjab. Video media sosial menunjukkan korban berdarah tergeletak di jalan yang dibantu oleh anggota masyarakat.

Seorang petugas polisi setempat, Kashif Hussain, juga mengonfirmasi jumlah korban tewas kepada AFP. "Jenis ledakan itu belum jelas karena tim masih mengumpulkan bukti dari tempat kejadian," katanya.

Pihak berwenang telah menangguhkan layanan telepon seluler di kota-kota besar sebagai tindakan pengamanan selama prosesi Asyura. Warga di banyak pusat kota mengalami gangguan sinyal pada hari ini. Jalan-jalan menuju rute prosesi juga diblokade.

Asyura memperingati pembunuhan cucu Nabi Muhammad, Husain, di pertempuran Karbala pada 680 M. Momen ini yang menentukan perpecahan agama dan kelahiran aliran Syiah. Prosesi kemudian dilanjutkan dan orang-orang melanjutkan upacara, kata para pejabat.

Kekerasan sektarian--khususnya oleh kelompok garis keras Suni terhadap Syiah yang merupakan sekitar 20% dari 220 juta penduduk Pakistan--telah meletus dan meledak selama beberapa dekade di Pakistan. Kelompok militan anti-Syiah telah mengebom kuil dan menargetkan prosesi Asyura dalam serangan yang telah menewaskan ribuan orang.

Baca juga: Al-Qaeda Yaman Sambut Taliban dan Cela Demokrasi

Husain sama-sama dihormati oleh Sunni. Akan tetapi kelompok garis keras menentang acara berkabung publik atas kemartirannya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya