Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS Joe Biden, membela penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan. Kendati Taliban tanpa diduga begitu cepat meraih kemenangan. Amerika tidak bisa membela negara yang pemimpinnya melarikan diri.
Dalam pidatonya di Gedung Putih - penampilan publik pertamanya sejak Taliban menguasai negara itu pada akhir pekan - dia mengakui kemajuan Taliban telah berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pasukan AS, tegas Biden, tidak dapat membela negara yang para pemimpinnya menyerah dan melarikan diri, seperti yang dilakukan Presiden Ashraf Ghani.
"Kami memberi mereka setiap kesempatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Kami tidak dapat memberi mereka keinginan untuk berjuang demi masa depan itu," kata Biden, Senin atau Selasa WIB (17/8)
seraya menambahkan bahwa dia tidak bisa lagi meminta tentara AS untuk mempertaruhkan hidup mereka di negara itu. "Misi kami di Afghanistan tidak seharusnya membangun bangsa," tegasnya.
Di bandara, warga Afghanistan yang panik mencoba menaiki beberapa penerbangan yang tersedia sepanjang hari, sebelum pasukan AS – yang dikirim untuk mengamankan fasilitas tersebut – terpaksa menutup sementara operasi militer dan sipil karena kerumunan yang gaduh.
"Kami takut tinggal di kota ini," kata seorang mantan tentara kepada AFP saat dia berdiri di antara kerumunan besar di landasan. "Sejak saya bertugas di ketentaraan, Taliban pasti akan menargetkan saya," tambahnya.
Amerika Serikat telah mengirim 6.000 tentara untuk memastikan evakuasi yang aman bagi staf kedutaan, serta warga Afghanistan yang bekerja sebagai penerjemah atau peran pendukung lainnya.
Pada Senin, rekaman dramatis yang diunggah di media sosial menunjukkan ratusan orang berlari di samping pesawat Angkatan Udara AS saat meluncur di landasan pacu, dengan beberapa berpegangan di sisinya.
Bandara dibuka kembali pada Selasa dini hari, kata seorang jenderal AS. Personel AS, tambahnya, sekarang bertanggung jawab atas kontrol lalu lintas udara. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Iran Harap Kekalahan AS di Afghanistan Kesempatan untuk Perdamaian Abadi
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved