Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK hak asasi melaporkan bahwa tentara Myanmar melakukan setidaknya 252 serangan dan ancaman terhadap petugas kesehatan sejak kudeta 1 Februari, menewaskan sedikitnya 25 petugas medis dan menghambat respons terhadap wabah Covid-19 yang bertambah kembali.
“Lebih dari 190 petugas kesehatan telah ditangkap dan 86 penggerebekan di rumah sakit dilakukan sejak kudeta,” kata laporan Insecurity Insight, Physicians for Human Rights (PHR), dan Johns Hopkins University Center for Public Health and Human Rights (CPHHR).
Mereka mengidentifikasi 15 insiden di mana respons terhadap wabah Covid-19 terhambat, termasuk penyitaan peralatan perlindungan pribadi dan pasokan oksigen untuk penggunaan eksklusif tentara.
Beberapa pusat perawatan Covid-19 terpaksa ditutup, menurutnya.
"Petugas kesehatan telah dipaksa bersembunyi karena takut ditangkap atau setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan terhadap mereka," kata laporan itu.
"Dalam beberapa kasus, anggota keluarga mereka malah ditangkap,” imbuhnya.
Juru bicara junta atau kementerian kesehatan Myanmar tidak dapat dihubungi untuk mengomentari laporan tersebut.
Sistem kesehatan Myanmar sebagian besar telah runtuh sejak tentara menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, dengan banyak pekerja medis bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil dalam pemogokan untuk memprotes aturan junta.
Otoritas militer telah mengimbau para dokter untuk kembali bekerja dan menyerukan kerja sama publik untuk mencoba mengekang wabah terbaru virus korona, yang sejauh ini paling serius melanda negara berpenduduk sekitar 54 juta orang itu.
Rata-rata hampir 300 orang meninggal dalam sehari akibat covid-19 selama seminggu terakhir, berdasarkan angka resmi yang menurut petugas medis masih minim karena kurangnya pengujian.
“Wabah itu dikendalikan sampai batas tertentu karena upaya para pejabat dan masyarakat,” kata pemimpin junta Min Aung Hlaing seperti dikutip oleh Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah dan menjadi corong junta militer.
Laporan oleh kelompok hak asasi mengatakan bahwa sementara tentara berada di belakang sebagian besar serangan terhadap pekerja medis, beberapa telah dilakukan oleh kelompok bersenjata yang menentang junta, termasuk ledakan bom di dekat rumah sakit dan serangan terhadap konvoi militer yang dilaporkan ke akan membawa obat-obatan. (Aiw/Straitstimes/OL-09)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Simposium merupakan perwujudan komitmen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga Kesehatan.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang.
Relawan Laskar Trisakti 08 bekerja sama dengan Universitas Trisakti mengirimkan bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan ke wilayah terdampak banjir Sumatra.
Kisah Ibu Irene Sokoy di Papua meninggal setelah ditolak empat rumah sakit menunjukkan kegagalan serius dalam pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.
Anggota DPR RI Netty Prasetiyani mengungkapkan pembangunan Rumah Sakit (RS) internasional akan sia-sia bila kualitas lulusan kedokteran dalam negeri tidak memenuhi standar dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved