Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN orang terluka akibat bentrokan antara polisi Libanon dengan pengunjuk rasa yang menuntut pertanggungjawaban atas ledakan di pelabuhan Beirut, tahun lalu. Peristiwa itu terjadi tidak jauh dari acara utama yang menandai peringatan tragedi tersebut.
Bentrokan di Beirut pecah antara polisi antihuru hara dan pengunjuk rasa yang melempar batu, menyalakan api dan mencoba menyerbu markas parlemen, yang anggotanya dituduh menunda penyelidikan atas bencana tersebut.
Polisi antihuru hara menanggapi dengan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan meriam air, serta mendesak pemrotes damai untuk pergi.
Baca juga: Taliban Peringatkan Serangan Berikutnya pada Para Pemimpin Afghanistan
"Mengingat serangan berulang kali terhadap anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri, kami akan menggunakan cara yang sah dan proporsional terhadap demonstran yang tidak damai," kata polisi dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/8).
Tidak lama kemudian, televisi Libanon muncul menunjukkan sebuah tank bergerak ke daerah itu.
Palang Merah, yang mengirim 21 ambulans dan 100 paramedis, mengatakan telah mengangkut delapan orang ke rumah sakit dan telah merawat puluhan lainnya di tempat.
Di dekatnya, beberapa ratus meter jauhnya di pelabuhan, ribuan orang berkumpul memperingati satu tahun ledakan yang menewaskan sedikitnya 214 orang.
Korban selamat dan kerabat korban ledakan membawa bendera dan potret korban tewas, saat doa dan lagu sedih terdengar di tengah kesedihan dan kemarahan.
Tidak ada laporan kekerasan yang terjadi di sana.
Setahun lalu, setelah pukul 18.00 pada 4 Agustus 2020, stok pupuk amonium nitrat yang disimpan sembarangan di pelabuhan kota itu meledak dan membuat sebagian besar ibu kota Lebanon tampak seperti zona perang.
Satu tahun berlalu, tidak ada pejabat senior yang dimintai pertanggungjawaban. Investigasi lokal belum menghasilkan penangkapan besar atau bahkan mengidentifikasi pelakunya, dengan para pemimpin politik secara luas dituduh menghalangi keadilan. (Straitstimes/OL-1)
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Eskalasi militer meningkat di Timur Tengah. Israel meluncurkan serangan skala besar ke pinggiran Beirut (Dahieh), sementara Hizbullah membalas dengan rudal canggih
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 570 orang
Konflik di Libanon memanas setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved