Kamis 05 Agustus 2021, 07:33 WIB

Taliban Peringatkan Serangan Berikutnya pada Para Pemimpin Afghanistan

Nur Aivanni | Internasional
Taliban Peringatkan Serangan Berikutnya pada Para Pemimpin Afghanistan

AFP
Ilustrasi militer Afghanistan bersiaga melawan Taliban

 

TALIBAN memperingatkan akan ada lebih banyak serangan yang menargetkan para pemimpin pemerintah Afghanistan. Peringatan tersebut dilontarkan sehari setelah menteri pertahanan lolos dari upaya pembunuhan.

Serangan bom dan senjata terhadap Menteri Pertahanan Bismillah Mohammadi pada Selasa (3/8) malam membawa perang ke ibu kota untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Namun pertempuran telah berkecamuk di pedesaan sejak Mei, ketika pasukan asing memulai tahap terakhir penarikan pasukannya yang akan berakhir pada akhir bulan ini.

Militer Afghanistan dan AS telah meningkatkan serangan udara terhadap pemberontak dan Taliban mengatakan serangan yang terjadi di Kabul merupakan bentuk tanggapan mereka.

"Serangan itu adalah awal dari operasi pembalasan terhadap lingkaran dan pemimpin pemerintahan Kabul yang memerintahkan serangan dan pemboman di berbagai bagian negara," kata Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Baca juga: Taliban Klaim Dalang Serangan Bom di Kabul

Itu merupakan eskalasi yang besar oleh Taliban, yang sebagian besar menahan diri dari serangan skala besar di ibu kota sejak memulai pembicaraan dengan AS mengenai penarikan pasukan mereka.

Sebuah bom pertama meledak di pusat Kabul. Kurang dari dua jam kemudian, ada ledakan keras lain diikuti oleh ledakan kecil dan tembakan yang cepat, semua terjadi di dekat Zona Hijau dengan keamanan tinggi yang menampung beberapa kedutaan, termasuk misi AS.

Menhan selamat dan pasukan Afghanistan memukul mundur para penyerang, tetapi juru bicara kementerian dalam negeri Mirwais Stanikzai mengatakan delapan orang tewas dan banyak lagi yang terluka.

"Taliban membenarkan serangan itu sebagai awal serangan balasan terhadap personel pemerintah atas pengeboman tanpa pandang bulu mereka," kata Ibraheem Bahiss, konsultan International Crisis Group, kepada AFP.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Emmanuel Dunand.

Israel Anggarkan Rp21,3 Triliun untuk Persiapan Serang Nuklir Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:55 WIB
Anggaran NIS 5 miliar terdiri dari NIS 3 miliar dari anggaran sebelumnya dan tambahan NIS 2 miliar dari anggaran berikutnya yang...
paho.org

Di Bawah Tekanan, Amerika Serikat Telah Berbagi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:07 WIB
Presiden Joe Biden menuai kritikan dari sejumlah pemimpin dunia yang lain karena memberikan vaksin booster (penguat) di Amerika...
AFP-Korean Central News Agency (KCNA

Korut Sebut Reaksi AS Terhadap Uji Coba Rudalnya Berlebihan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 11:40 WIB
“Uji coba rudal balistik baru dari kapal selam minggu ini adalah bagian dari rencana jangka menengah dan panjang Korea Utara untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya