Rabu 04 Agustus 2021, 18:42 WIB

Taliban Klaim Dalang Serangan Bom di Kabul

Nur Aivanni | Internasional
Taliban Klaim Dalang Serangan Bom di Kabul

AFP
Petugas keamanan memeriksa lokasi ledakan bom di wilayah Kabul, Afghanistan.

 

TALIBAN mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di Kabul, Afghanistan, yang menargetkan Menteri Pertahanan. Tepatnya ketika para pemberontak berjuang untuk menguasai serangkaian kota yang terkepung.

Serangan bom dan senjata terhadap Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Mohammadi pada Selasa lalu, merupakan salah satu yang terbesar di Kabul dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu menimbulkan kekerasan di Ibu Kota, setelah pertempuran sengit di selatan dan barat negara.

Militer Afghanistan dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan udara terhadap para pemberontak. Taliban menyebut serangan yang terjadi di Kabul sebagai tanggapan atas serangan sebelumnya.

Baca juga: Ledakan Bom Mobil di Kabul, 3 Warga Sipil Tewas

"Serangan itu awal dari operasi pembalasan terhadap lingkaran dan pemimpin Kabul, yang memerintahkan serangan dan pemboman di berbagai bagian negara," ujar Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan di media sosial, Rabu (4/8).

Adapun serangan tersebut merupakan eskalasi besar dari Taliban, yang sebagian besar menahan diri dari serangan berskala besar di wilayah Kabul dalam beberapa tahun terakhir. Tepatnya, setelah memulai pembicaraan dengan AS tentang penarikan pasukan asing.

Baca juga: Tentara Afghanistan Peringatkan Warga untuk Tinggalkan Rumah

Serangan di Kabul diketahui menargetkan Menteri Pertahanan, serta beberapa anggota parlemen Afghanistan. Bom pertama meledak di pusat wilayah Kabul. Kurang dari dua jam kemudian, ada ledakan keras lain diikuti ledakan kecil dan tembakan yang cepat.

Ledakan tersebut juga terjadi di dekat zona hijau dengan keamanan tinggi, yang mencakup beberapa kedutaan negara sahabat, termasuk misi AS. Adapun Menteri Pertahanan dilaporkan selamat dari serangan tersebut.

Pasukan Afghanistan telah memukul mundur kelompok penyerang. Namun, setidaknya delapan orang tewas dalam peristiwa tersebut. Hal itu dilaporkan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Mirwais Stanikzai.(AFP/OL-11)


 

Baca Juga

AFP/Karim Jaafar.

Qatar Harap Sedot 1,2 Juta Wisatawan Piala Dunia 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:29 WIB
Qatar, dengan populasi sekitar 2,75 juta, akan menjadi negara tuan rumah Piala Dunia Timur Tengah pertama antara 21 November dan 18...
AFP/HOANG DINH Nam

Vietnam Siap Buka Kembali Pulau Phu Quoc Bagi Para Pelancong Asing

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 16:28 WIB
Pulau Phu Quoc, yang terletak sekitar 10 km dari Kamboja di Teluk Thailand, memiliki pantai pasir putih dan air jernih, serta pegunungan...
STR / AFP

PBB Khawatirkan Potensi Bencana HAM Lebih Besar di Myanmar

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 16:12 WIB
Lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat di Myanmar dan lebih dari 8.000 ditangkap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya