Rabu 28 Juli 2021, 21:58 WIB

Khamenei Ingatkan Pemerintahan Baru tidak Percaya kepada Barat

Mediaindonesia.com | Internasional
Khamenei Ingatkan Pemerintahan Baru tidak Percaya kepada Barat

AFP/Khamenei.ir.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (tengah), Rabu (28/7), selama pertemuan dengan presiden dan kabinetnya di Teheran.

 

PEMIMPIN tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Rabu (28/7) bahwa pengalaman telah menunjukkan percaya kepada Barat tidak berguna. Saat ini republik Islam itu mempersiapkan pemerintahan baru untuk mengambil alih kekuasaan.

Khamenei juga mengecam AS, yang secara tidak langsung terlibat dalam pembicaraan Iran dengan kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir, yang kembali pada kesepakatan untuk negosiasi masa depan mengenai program rudal Iran dan masalah regional. Kesepakatan 2015, pencapaian tanda tangan Presiden moderat Hassan Rouhani yang akan diganti, memberi Iran sedikit keringanan dari sanksi internasional dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

Namun kesepakatan itu ditorpedo pada 2018 oleh presiden AS Donald Trump yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian dan menjatuhkan sanksi hukuman. "Generasi masa depan harus menggunakan pengalaman ini," kata Khamenei kepada Rouhani dan anggota kabinetnya. "Sudah dijelaskan selama pemerintahan ini bahwa mempercayai Barat tidak akan berhasil."

Baca juga: Dari Washington, Menteri Luar Negeri Qatar Terbang ke Iran

Pemerintah Rouhani telah mengadakan pembicaraan dengan negara-negara besar di Wina sejak April tentang membawa Washington kembali ke dalam perjanjian. Akan tetapi kesepakatan sekarang tampaknya tidak mungkin sampai setelah dia menyerahkan kepada Presiden terpilih Ebrahim Raisi awal bulan depan.

Raisi ialah seorang ultrakonservatif tetapi telah menyatakan dukungan untuk pembicaraan nuklir dengan alasan perlu diakhirinya sanksi AS kepada Iran. Kubu ultrakonservatif Iran, yang sangat tidak mempercayai Amerika Serikat, telah berulang kali mengkritik Rouhani atas kesepakatan 2015.

Baca juga: Peraih Medali Olimpiade Tokyo 2020 Ini Mengaku Hidupnya Dimulai Setelah Membelot dari Iran

Raisi mengatakan pemerintahnya akan mendukung pembicaraan yang menjamin kepentingan nasional, tetapi tidak akan mengizinkan negosiasi demi negosiasi. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Timothy A Clary.

Amerika Serikat Menentang Rencana Pemukiman Baru, Israel Jalan Terus?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Jadwal sidang 6 Desember awalnya dihapus dari internet pekan lalu setelah Israel berjanji kepada AS bahwa proyek tersebut tidak akan...
AFP/Fayez Nureldine.

Saudi Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:55 WIB
Sejak pandemi dimulai, Arab Saudi telah mencatat 549.000 kasus covid-19, sebanyak 8.836 di antaranya...
ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri.

Waspada Omicron, Jepang Minta Maskapai Setop Terima Pemesanan Tiket

👤Nur Avianni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:57 WIB
Pemerintah Jepang telah memperketat tindakan perbatasannya yang keras, dengan melarang masuknya semua non-warga negara yang datang dari 10...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya